SATU UNTUK SEMUA, SEMUA UNTUK SATU

Materi Dasar Pramuka

Sejarah Singkat Gerakan Pramuka
A. Pendahuluan
Kalau kita mempelajari sejarah
pendidikan kepramukaan kita tidak dapat
lepas dari riwayat hidup pendiri gerakan
kepramukaan sedunia Lord Robert Baden
Powell of Gilwell.
Hal ini disebabkan pengalaman
beliaulah yang mendasari pembinaan
remaja di negara Inggris. Pembinaan
remaja inilah yang kemudian tumbuh
berkembang menjadi gerakan
kepramukaan.
B. Riwayat hidup Baden Powell
Lahir tanggal 22 Pebruari 1857
dengan nama Robert Stephenson Smyth.
Ayahnya bernama powell seorang
Professor Geometry di Universitas Oxford,
yang meninggal ketika Stephenson masih
kecil.
Pengalaman Baden Powell yang
berpengaruh pada kegiatan kepramukaan
banyak sekali dan menarik diantaranya :
Karena ditinggal bapak sejak kecil, maka
mendapatkan pembinaan watak ibunya.
Dari kakaknya mendapat latihan
keterampilan berlayar, berenang,
berkemah, olah raga dan lain-lainnya.
Sifat Baden Powell yang sangat cerdas,
gembira, lucu, suka main musik,
bersandiwara, berolah raga, mengarang
dan menggambar sehingga disukai teman-
temannya.
Pengalaman di India sebagai pembantu
Letnan pada Resimen 13 Kavaleri yang
berhasil mengikuti jejak kuda yang hilang
di puncak gunung serta keberhasilan
melatih panca indera kepada Kimball
O’Hara.
Terkepung bangsa Boer di kota Mafeking,
Afrika Selatan selama 127 hari dan
kekurangan makan.
Pengalaman mengalahkan Kerajaan Zulu
di Afrika dan mengambil kalung manik
kayu milik Raja Dinizulu.
Pengalaman ini ditulis dalam buku “Aids
To Scouting” yang merupakan petunjuk
bagi Tentara muda Inggris agar dapat
melaksanakan tugas penyelidik dengan
baik.
William Smyth seorang pimpinan Boys
Brigade di Inggris minta agar Baden
Powell melatih anggotanya sesuai dengan
pengalaman beliau itu.
Kemudian dipanggil 21 pemuda dari Boys
Brigade di berbagai wilayah Inggris, diajak
berkemah dan berlatih di pulau Browns
Sea pada tanggal 25 Juli 1907 selama 8
hari.
Tahun 1910 BP pensiun dari tentara
dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal.
Pada tahun 1912 menikah dengan Ovale St.
Clair Soames dan dianugerahi 3 orang
anak. Beliau mendapat titel Lord dari Raja
George pada tahun 1929 Baden Powell
meninggal tanggal 8 Januari 1941 di Nyeri,
Kenya, Afrika.
C. Sejarah Kepramukaan Sedunia
Awal tahun 1908 Baden Powell
menulis pengalamannya untuk acara
latihan kepramukaan yang dirintisnya.
Kumpulan tulisannya ini dibuat buku
dengan judul “Scouting For Boys”. Buku ini
cepat tersebar di Inggris dan negara-
negara lain yang kemudian berdiri
organisasi kepramukaan yang semula
hanya untuk laki-laki dengan nama Boys
Scout.
Tahun 1912 atas bantuan adik
perempuan beliau, Agnes didirikan
organisasi kepramukaan untuk wanita
dengan nama Girl Guides yang kemudian
diteruskan oleh istri beliau.
Tahun 1916 berdiri kelompok
pramuka usia siaga dengan nama CUB
(anak serigala) dengan buku The Jungle
Book karangan Rudyard Kipling sebagai
pedoman kegiatannya. Buku ini bercerita
tentang Mowgli si anak rimba yang
dipelihara di hutan oleh induk serigala.
Tahun 1918 beliau membentuk
Rover Scout bagi mereka yang telah
berusia 17 tahun. Tahun 1922 beliau
menerbitkan buku Rovering To Success
(Mengembara Menuju Bahagia). Buku ini
menggambarkan seorang pemuda yang
harus mengayuh sampannya menuju ke
pantai bahagia.
Tahun 1920 diselenggarakan
Jambore Dunia yang pertama di Olympia
Hall, London. Beliau mengundang
pramuka dari 27 Negara dan pada saat itu
Baden Powell diangkat sebagai Bapak
Pandu Sedunia (Chief Scout of The World).
Tahun 1924 Jambore II di Ermelunden,
Copenhagen, Denmark
Tahun 1929 Jambore III di Arrow Park,
Birkenhead, Inggris
Tahun 1933 Jambore IV di Godollo,
Budapest, Hongaria
Tahun 1937 Jambore V di Vogelenzang,
Blomendaal, Belanda
Tahun 1947 Jambore VI di Moisson,
Perancis
Tahun 1951 Jambore VII di Salz Kamergut,
Austria
Tahun 1955 Jambore VIII di sutton Park,
Sutton Coldfild, Inggris
Tahun 1959 Jambore IX di Makiling,
Philipina
Tahun 1963 Jambore X di Marathon,
Yunani
Tahun1967 Jambore XI di Idaho, Amerika
Serikat
Tahun 1971 Jambore XII di Asagiri, Jepang
Tahun 1975 Jambore XIII di Lillehammer,
Norwegia
Tahun 1979 Jambore XIV di Neishaboor,
Iran tetapi dibatalkan
Tahun 1983 Jambore XV di Kananaskis,
Alberta, Kanada
Tahun 1987 Jambore XVI di Cataract Scout
Park, Australia
Tahun 1991 Jambore XVII di Korea Selatan
Tahun 1995 Jambore XVIII di Belanda
Tahun 1999 Jambore XIX di Chili, Amerika
Selatan
Tahun 2003 Jambore XX di Thailand
Tahun 2007 Jambore XXI di Hylands Park
Inggris
Tahun 2011 Jambore XXII di Rikaby,
Swedia
Tahun 15 Jambore XXIII di kirarahama,
Jepang
Tahun 1914 beliau menulis
petunjuk untuk kursus Pembina Pramuka
dan baru dapat terlaksana tahun 1919.
Dari sahabatnya yang bernama W.F. de
Bois Maclarren, beliau mendapat sebidang
tanah di Chingford yang kemudian
digunakan sebagai tempat pendidikan
Pembina Pramuka dengan nama Gilwell
Park.
Tahun 1920 dibentuk Deewan
Internasional dengan 9 orang anggota dan
Biro Sekretariatnya di London, Inggris dan
tahun 1958 Biro Kepramukaan sedunia
dipindahkan dari London ke Ottawa
Kanada. Tanggal 1 Mei 1968 Biro
kepramukaan Sedunia dipindahkan lagi ke
Geneva, Swiss.
Sejak tahun 1920 sampai 19
Kepala Biro Kepramukaan Sedunia
dipegang berturut-turut oleh Hebert
Martin (Inggris). Kolonel J.S. Nilson
(Inggris), Mayjen D.C. Spry (Kanada) yang
pada tahun 1965 diganti oleh R.T. Lund 1
Mei 1968 diganti lagi oleh DR. Laszio Nagy
sebagai Sekjen.
Biro Kepramukaan sedunia Putra
mempunyai 5 kantor kawasan yaitu Costa
Rica, Mesir, Philipina, Swiss dan Nigeria.
Sedangkan Biro kepramukaan Sedunia
Putri bermarkas di London dengan 5
kantor kawasan di Eropa, Asia Pasifik,
Arab, Afrika dan Amerika Latin.
Sejarah Gerakan Pramuka Indonesia
A. Pendahuluan
Pendidikan Kepramukaan di
Indonesia merupakan salah satu segi
pendidikan nasional yang penting, yang
merupakan bagian dari sejarah perjuangan
bangsa Indonesia. Untuk itu perlu
diketahui sejarah perkembangan
Kepramukaan di Indonesia.
B. Sejarah Singkat Gerakan Pramuka
Gagasan Boden Powell yang
cemerlang dan menarik itu akhirnya
menyebar ke berbagai negara termasuk
Netherland atau Belanda dengan nama
Padvinder. Oleh orang Belanda gagasan itu
dibawa ke Indonesia dan didirikan
organisasi oleh orang Belanda di Indonesia
dengan nama NIPV (Nederland Indische
Padvinders Vereeniging = Persatuan
Pandu-Pandu Hindia Belanda).
Oleh pemimpin-pemimpin
gerakan nasional dibentuk organisasi
kepanduan yang bertujuan membentuk
manusia Indonesia yang baik dan menjadi
kader pergerakan nasional. Sehingga
muncul bermacam-macam organisasi
kepanduan antara lain JPO (Javaanse
Padvinders Organizatie) JJP (Jong Java
Padvindery), NATIPIJ (Nationale
Islamitsche Padvindery), SIAP (Sarekat
Islam Afdeling Padvindery), HW (Hisbul
Wathon).
Dengan adanya larangan
pemerintah Hindia Belanda menggunakan
istilah Padvindery maka K.H. Agus Salim
menggunakan nama Pandu atau
Kepanduan.
Dengan meningkatnya kesadaran
nasional setelah Sumpah Pemuda, maka
pada tahun 1930 organisasi kepanduan
seperti IPO, PK (Pandu Kesultanan), PPS
(Pandu Pemuda Sumatra) bergabung
menjadi KBI (Kepanduan Bangsa
Indonesia). Kemudian tahun 1931
terbentuklah PAPI (Persatuan Antar Pandu
Indonesia) yang berubah menjadi BPPKI
(Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan
Indonesia) pada tahun 1938.
Pada waktu pendudukan Jepang
Kepanduan di Indonesia dilarang sehingga
tokoh Pandu banyak yang masuk
Keibondan, Seinendan dan PETA.
Setelah tokoh proklamasi
kemerdekaan dibentuklah Pandu Rakyat
Indonesia pada tanggal 28 Desember 1945
di Sala sebagai satu-satunya organisasi
kepanduan.
Sekitar tahun 1961 kepanduan
Indonesia terpecah menjadi 100 organisasi
kepanduan yang terhimpun dalam 3
federasi organisasi yaitu IPINDO (Ikatan
Pandu Indonesia) berdiri 13 September
1951, POPPINDO (Persatuan Pandu Puteri
Indonesia) tahun 1954 dan PKPI
(Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia)
Menyadari kelemahan yang ada maka
ketiga federasi melebur menjadi satu
dengan nama PERKINDO (Persatuan
Kepanduan Indonesia).
Karena masih adanya rasa
golongan yang tinggi membuat Perkindo
masih lemah. Kelemahan gerakan
kepanduan Indonesia akan dipergunakan
oleh pihak komunis agar menjadi gerakan
Pioner Muda seperti yang terdapat di
negara komunis. Akan tetapi kekuatan
Pancasila dalam Perkindo menentangnya
dan dengan bantuan perdana Menteri Ir.
Juanda maka perjuangan menghasilkan
Keppres No. 238 tahun 1961 tentang
Gerakan Pramuka yang pada tanggal 20
Mei 1961 ditandatangani oleh Pjs Presiden
RI Ir Juanda karena Presiden Soekarno
sedang berkunjung ke Jepang.
Di dalam Keppres ini gerakan
pramuka oleh pemerintah ditetapkan
sebagai satu-satunya badan di wilayah
Indonesia yang diperkenankan
menyelenggarakan pendidikan
kepramukaan, sehingga organisasi lain
yang menyerupai dan sama sifatnya
dengan gerakan pramuka dilarang
keberadaannya.
C. Perkembangan Gerakan Pramuka
Ketentuan dalam Anggaran Dasar
gerakan pramuka tentang prinsip-prinsip
dasar metodik pendidikan kepramukaan
yang pelaksanaannya seperti tersebut di
atas ternyata banyak membawa perubahan
sehingga pramuka mampu
mengembangkan kegiatannya. Gerakan
pramuka ternyata lebih kuat organisasinya
dan cepat berkembang dari kota ke desa.
Kemajuan Gerakan Pramuka
akibat dari sistem Majelis Pembimbing
yang dijalankan di tiap tingkat, dari
tingkat Nasional sampai tingkat Gugus
Depan. Mengingat kira-kira 80 %
penduduk Indonesia tinggal di pedesaan
dan 75 % adalah petani maka tahun 1961
Kwarnas Gerakan Pramuka menganjurkan
supaya para pramuka mengadakan
kegiatan di bidang pembangunan desa.
Pelaksanaan anjuran ini terutama di Jawa
Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur dan Jawa
Barat menarik perhatian Pimpinan
Masyarakat. Maka tahun 1966 Menteri
Pertanian dan Ketua Kwartir Nasional
mengeluarkan instruksi bersama
pembentukan Satuan Karya Taruna Bumi.
Kemudian diikuti munculnya saka
Bhayangkara, Dirgantara dan Bahari.
Untuk menghadapi problema sosial yang
muncul maka pada tahun 1970 menteri
Transmigrasi dan Koperasi bersama
dengan Ka Kwarnas mengeluarkan
instruksi bersama tentang partisipasi
gerakan pramuka di dalam
penyelenggaraan transmigrasi dan
koperasi. Kemudian perkembangan
gerakan pramuka dilanjutkan dengan
berbagai kerjasama untuk peningkatan
kegiatan dan pembangunan bangsa
dengan berbagai instansi terkait.
Ditulis oleh : Drs. Ringsung Suratno, M.Pd
Latar Belakang Lahirnya Gerakan
Pramuka
Gerakan Pramuka lahir pada
tahun 1961, jadi kalau akan menyimak
latar belakang lahirnya Gerakan Pramuka,
orang perlu mengkaji keadaan, kejadian
dan peristiwa pada sekitar tahun 1960.Dari
ungkapan yang telah dipaparkan di depan
kita lihat bahwa jumlah perkumpulan
kepramukaan di Indonesia waktu itu
sangat banyak. Jumlah itu tidak sepandan
dengan jumlah seluruh anggota
perkumpulan itu.
Peraturan yang timbul pada masa
perintisan ini adalah Ketetapan MPRS
Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember
1960 tentang rencana pembangunan
Nasional Semesta Berencana. Dalam
ketetapan ini dapat ditemukan Pasal 330.
C. yang menyatakan bahwa dasar
pendidikan di bidang kepanduan adalah
Pancasila. Seterusnya penertiban tentang
kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan
kepanduan supaya diintensifkan dan
menyetujui rencana Pemerintah untuk
mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30).
Kemudian kepanduan supaya dibebaskan
dari sisa-sisa Lord Baden Powellisme
(Lampiran C Ayat 8).
Ketetapan itu memberi kewajiban
agar Pemerintah melaksanakannya.
Karena itulah Pesiden/Mandataris MPRS
pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-
tokoh dan pemimpin gerakan
kepramukaan Indonesia, bertempat di
Istana Negara. Hari Kamis malam itulah
Presiden mengungkapkan bahwa
kepanduan yang ada harus diperbaharui,
metode dan aktivitas pendidikan harus
diganti, seluruh organisasi kepanduan
yang ada dilebur menjadi satu yang
disebut Pramuka. Presiden juga menunjuk
panitia yang terdiri atas Sri Sultan
Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K
Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis
Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi
dan Pembangunan Masyarakat Desa,
Achmadi. Panitia ini tentulah perlu
sesuatu pengesahan. Dan kemudian
terbitlah Keputusan Presiden RI No.112
Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang
Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan
Gerakan Pramuka dengan susunan
keanggotaan seperti yang disebut oleh
Presiden pada tanggal 9 Maret 1961. Ada
perbedaan sebutan atau tugas panitia
antara pidato Presiden dengan Keputusan
Presiden itu. Masih dalam bulan April itu
juga, keluarlah Keputusan Presiden RI
Nomor 121 Tahun 1961 tanggal 11 April
1961 tentang Panitia Pembentukan
Gerakan Pramuka. Anggota Panitia ini
terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono
IX, Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh,
Achmadi dan Muljadi Djojo Martono
(Menteri Sosial). Panitia inilah yang
kemudian mengolah Anggaran Dasar
Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran
Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun
1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan
Pramuka.
Kelahiran Gerakan Pramuka
Gerakan Pramuka ditandai dengan
serangkaian peristiwa yang saling
berkaitan yaitu 1. Pidato Presiden/
Mandataris MPRS dihadapan para tokoh
dan pimpinan yang mewakili organisasi
kepanduan yang terdapat di Indonesia
pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana
Negara. Peristiwa ini kemudian disebut
sebagai HARI TUNAS GERAKAN
PRAMUKA
Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor
238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961,
tentang Gerakan Pramuka yang
menetapkan Gerakan Pramuka sebagai
satu-satunya organisasi kepanduan yang
ditugaskan menyelenggarakan pendidikan
kepanduan bagi anak-anak dan pemuda
Indonesia, serta mengesahkan Anggaran
Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan
pedoman, petunjuk dan pegangan bagi
para pengelola Gerakan Pramuka dalam
menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei
adalah; Hari Kebangkitan Nasional, namun
bagi Gerakan Pramuka memiliki arti
khusus dan merupakan tonggak sejarah
untuk pendidikan di lingkungan ke tiga.
Peristiwa ini kemudian disebut sebagai
HARI PERMULAAN TAHUN KERJA.
Pernyataan para wakil organisasi
kepanduan di Indonesia yang dengan
ikhlas meleburkan diri ke dalam
organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di
Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30
Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebut
sebagai HARI IKRAR GERAKAN
PRAMUKA.
Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan
Kwarnari di Istana Negara, diikuti defile
Pramuka untuk diperkenalkan kepada
masyarakat yang didahului dengan
penganugerahan Panji-Panji Gerakan
Pramuka, dan kesemuanya ini terjadi pada
tanggal pada tanggal 14 Agustus 1961.
Peristiwa ini kemudian disebut sebagai
HARI PRAMUKA.
Gerakan Pramuka Diperkenalkan
Pidato Presiden pada tanggal 9
Maret 1961 juga menggariskan agar pada
peringatan\ Proklamasi Kemerdekaan RI
Gerakan Pramuka telah ada dan dikenal
oleh masyarakat. Oleh karena itu Keppres
RI No.238 Tahun 1961 perlu ada
pendukungnya yaitu pengurus dan
anggotanya. Menurut Anggaran Dasar
Gerakan Pramuka, pimpinan perkumpulan
ini dipegang oleh Majelis Pimpinan
Nasional (MAPINAS) yang di dalamnya
terdapat Kwartir Nasional Gerakan
Pramuka dan Kwartir Nasional Harian.
Badan Pimpinan Pusat ini secara simbolis
disusun dengan mengambil angka keramat
17-8-’45, yaitu terdiri atas Mapinas
beranggotakan 45 orang di antaranya
duduk dalam Kwarnas 17 orang dan dalam
Kwarnasri 8 orang. Namun demikian
dalam realisasinya seperti tersebut dalam
Keppres RI No.447 Tahun 1961, tanggal 14
Agustus 1961 jumlah anggota Mapinas
menjadi 70 orang dengan rincian dari 70
anggota itu 17 orang di antaranya sebagai
anggota Kwarnas dan 8 orang di antara
anggota Kwarnas ini menjadi anggota
Kwarnari.Mapinas diketuai oleh Dr. Ir.
Soekarno, Presiden RI dengan Wakil Ketua
I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan
Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz
Saleh.Sementara itu dalam Kwarnas, Sri
Sultan Hamengku Buwono IX menjabat
Ketua dan Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh
sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua
Kwarnari. Gerakan Pramuka secara resmi
diperkenalkan kepada seluruh rakyat
Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961
bukan saja di Ibukota Jakarta, tapi juga di
tempat yang penting di Indonesia. Di
Jakarta sekitar 10.000 anggota Gerakan
Pramuka mengadakan Apel Besar yang
diikuti dengan pawai pembangunan dan
defile di depan Presiden dan berkeliling
Jakarta. Sebelum kegiatan pawai/defile,
Presiden melantik anggota Mapinas,
Kwarnas dan Kwarnari, di Istana negara,
dan menyampaikan anugerah tanda
penghargaan dan kehormatan berupa
Panji Gerakan Kepanduan Nasional
Indonesia (Keppres No.448 Tahun 1961)
yang diterimakan kepada Ketua Kwartir
Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono IX
sesaat sebelum pawai/defile dimulai.
Peristiwa perkenalan tanggal 14 Agustus
1961 ini kemudian dilakukan sebagai
HARI PRAMUKA yang setiap tahun
diperingati oleh seluruh jajaran dan
anggota Gerakan Pramuka.
Gerakan Pramuka Indonesia
Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama
organisasi pendidikan nonformal yang
menyelenggarakan pendidikan kepanduan
yang dilaksanakan di Indonesia. Kata
“Pramuka” merupakan singkatan dari praja
muda karana, yang memiliki arti rakyat
muda yang suka berkarya.
“Pramuka” merupakan sebutan bagi
anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi;
Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang,
Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.
Kelompok anggota yang lain yaitu
Pembina Pramuka, Andalan, Pelatih,
Pamong Saka, Staf Kwartir dan Majelis
Pembimbing.
Sedangkan yang dimaksud
“kepramukaan” adalah proses pendidikan
di luar lingkungan sekolah dan di luar
lingkungan keluarga dalam bentuk
kegiatan menarik, menyenangkan, sehat,
teratur, terarah, praktis yang dilakukan di
alam terbuka dengan Prinsip Dasar
Kepramukaan dan Metode Kepramukaan,
yang sasaran akhirnya pembentukan
watak, akhlak dan budi pekerti luhur.
Kepramukaan adalah sistem pendidikan
kepanduan yang disesuaikan dengan
keadaan, kepentingan dan perkembangan
masyarakat dan bangsa Indonesia.
Sifat
Lambang Pramuka Indonesia yaitu tunas
kelapa yang dijahitkan di kerah kiri baju
pramuka (untuk wanita). Lambang
Pramuka Internasional yang dijahitkan di
kerah kanan baju pramuka (untuk wanita).
Bagi pria, tunas kelapa berada di kantung
sebelah kiri, sedangkan Lambang Pramuka
Internasional dijahitkan pada sebelah
kanan kemeja. Emblem lokasi wilayah
Gerakan Pramuka (berdasarkan provinsi)
dijahitkan di lengan kanan baju Pramuka.
Berdasarkan resolusi Konferensi
Kepanduan Sedunia tahun 1924 di
Kopenhagen, Denmark, maka kepanduan
mempunyai tiga sifat atau ciri khas, yaitu :
Nasional, yang berarti suatu organisasi
yang menyelenggarakan kepanduan di
suatu negara haruslah menyesuaikan
pendidikannya itu dengan keadaan,
kebutuhan dan kepentingan masyarakat,
bangsa dan negara.
Internasional, yang berarti bahwa
organisasi kepanduan di negara manapun
di dunia ini harus membina dan
mengembangkan rasa persaudaraan dan
persahabatan antara sesama Pandu dan
sesama manusia, tanpa membedakan
kepercayaan/agama, golongan, tingkat,
suku dan bangsa.
Universal, yang berarti bahwa kepanduan
dapat dipergunakan di mana saja untuk
mendidik anak-anak dari bangsa apa saja,
yang dalam pelaksanaan pendidikannya
selalu menggunakan Prinsip Dasar dan
Metode Kepanduan.
Fungsi
Dengan landasan uraian di atas, maka
kepramukaan mempunyai fungsi sebagai
berikut:
Kegiatan menarik bagi anak atau pemuda
Kegiatan menarik di sini dimaksudkan
kegiatan yang menyenangkan dan
mengandung pendidikan. Karena itu
permainan harus mempunyai tujuan dan
aturan permainan, jadi bukan kegiatan
yang hanya bersifat hiburan saja. Karena
itu lebih tepat kita sebut saja kegiatan
menarik.
Pengabdian bagi orang dewasa
Bagi orang dewasa kepramukaan bukan
lagi permainan, tetapi suatu tugas yang
memerlukan keikhlasan, kerelaan, dan
pengabdian. Orang dewasa ini mempunyai
kewajiban untuk secara sukarela
membaktikan dirinya demi suksesnya
pencapaian tujuan organisasi.
Alat ( means ) bagi masyarakat dan
organisasi
Kepramukaan merupakan alat bagi
masyarakat untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat setempat, dan juga alat bagi
organisasi untuk mencapai tujuan
organisasinya. Jadi kegiatan kepramukaan
yang diberikan sebagai latihan berkala
dalam satuan pramuka itu sekedar alat
saja, dan bukan tujuan pendidikannya.
Tujuan
Gerakan Pramuka bertujuan mendidik
anak-anak dan pemuda Indonesia dengan
prinsip-Prinsip Dasar dan Metode
Kepramukaan yang pelaksanaannya
disesuaikan dengan keadaan, kepentingan
dan perkembangan bangsa dan masyarakat
Indonesia dengan tujuan agar;
anggotanya menjadi manusia yang
berkepribadian dan berwatak luhur serta
tinggi mental, moral, budi pekerti dan
kuat keyakinan beragamanya.
anggotanya menjadi manusia yang tinggi
kecerdasan dan keterampilannya.
anggotanya menjadi manusia yang kuat
dan sehat fisiknya.
anggotanya menjadi manusia yang menjadi
warga negara Indonesia yang berjiwa
Pancasila, setia dan patuh kepada Negara
Kesatuan Republik Indonesia; sehingga
menjadi angota masyarakat yang baik dan
berguna, yang sanggup dan mampu
menyelanggarakan pembangunan bangsa
dan negara.
Tujuan tersebut merupakan cita-cita
Gerakan Pramuka. Karena itu semua
kegiatan yang dilakukan oleh semua unsur
dalam Gerakan Pramuka harus mengarah
pada pencapaian tujuan tersebut.
Tugas Pokok
Tugas pokok Gerakan Pramuka
adalah menyelenggarakan pendidikan
kepramukaan bagi anak dan pemuda
Indonesia, menuju ke tujuan Gerakan
Pramuka, sehingga dapat membentuk
tenaga kader pembangunan yang berjiwa
Pancasila dan sanggup serta mampu
menyelenggarakan pembangunan
masyarakat, bangsa dan negara. Dalam
melaksanakan pendidikan kepramukaan
tersebut Gerakan Pramuka selalu
memperhatikan keadaan, kemampuan,
kebutuhan dan minat peserta didiknya.
Karena kepramukaan bersifat
nasional, maka gerak dan kegiatan
Gerakan Pramuka disesuaikan dengan
kepentingan nasional. Kepentingan
nasional bangsa Indonesia ini tercantum
dalam Garis Besar Haluan Negara, yang
merupakan Ketetapan MPR. Gerakan
Pramuka dalam ikut membantu
pelaksanaan GBHN tersebut selalu
mengikuti kebijakan Pemerintah dan
segala peraturan perundang-
undangannya.
Gerakan Pramuka hidup dan
bergerak di tengah masyarakat dan
berusaha membentuk tenaga kader
pembangunan yang berguna bagi
masyarakat. Karenanya Gerakan Pramuka
harus memperhatikan pula keadaan,
kemampuan, adat dan harapan
masyarakat, termasuk orang tua anggota
Pramuka, sehingga Gerakan Pramuka
terutama pada satuan-satuannya dapat
menyiapkan tenaga Pramuka sesuai
dengan apa yang diharapkan orang tua
anggotanya dan masyarakat di
lingkungannya.
Kelompok umur dan tingkatan
Kelompok umur
Kelompok umur adalah sebuah
tingkatan dalam kepramukaan yang
ditentukan oleh umur anggotanya.
Kelompok dibagi menjadi 4 :
Kelompok umur 7-10 tahun disebut
dengan Pramuka Siaga
Kelompok umur 11-15 tahun disebut
dengan Pramuka Penggalang
Kelompok umur 16-20 tahun disebut
dengan Pramuka Penegak
Kelompok umur 21 – 25 tahun disebut
dengan Pramuka Pandega
Ada juga Kelompok Khusus, yaitu
Kelompok yang ditujukan untuk orang
yang memiliki kedudukan dalam
kepramukaan. Misalnya Pramuka
Pembina, adalah sebutan untuk orang
dewasa yang memimpin Pramuka. Dan
Pramuka Andalan, adalah anggota
Pramuka yang mengambil bagian dalam
keanggotaan Kwartir dalam Pramuka.
Contoh lainnya adalah Pelatih, Pamong
Saka, Staff Kwartir dan Majelis
Pembimbing.
Tingkatan
Tingkatan dalam kepramukaan adalah
sebuah tingkatan yang ditentukan oleh
kemampuan anggotanya, kemampuan itu
disebut dengan Syarat-syarat Kecakapan
Umum atau SKU. Untuk Pramuka siaga dan
penggalang, masing-masing Kelompok
umur memiliki tiga Tingkatan. Untuk
Penegak memiliki dua tingkatan.
Sedangkan Pramuka Pandega hanya satu
tingkatan.
Tingkatan Pramuka Siaga : Siaga Mula,
Siaga Bantu, Siaga Tata.
Tingkatan Pramuka Penggalang :
Penggalang Ramu, Penggalang Rakit,
Penggalang Terap
Tingkatan Pramuka Penegak : Penegak
Bantara, Penegak Laksana
Ada juga sebuah tingkatan khusus
yang disebut dengan Pramuka Garuda,
yaitu tingkatan tertinggi dalam setiap
kelompok umur dalam kepramukaan.
Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan
Prinsip Dasar dan Metode
Kepramukaan merupakan prinsip yang
digunakan dalam pendidikan
kepramukaan, yang membedakannya
dengan gerakan pendidikan lainnya.
Baden-Powell sebagai penemu
sistem pendidikan kepanduan telah
menyusun prinsip-prinsip Dasar dan
Metode Kepanduan, lalu menggunakannya
untuk membina generasi muda melalui
pendidikan kepanduan. Beberapa prinsip
itu didasarkan pada kegiatan anak atau
remaja sehari-hari. Prinsip Dasar dan
Metode Kepanduan itu harus diterapkan
secara menyeluruh. Bila sebagian dari
prinsip itu dihilangkan, maka organisasi
itu bukan lagi gerakan pendidikan
kepanduan.
Dalam Anggaran dasar Gerakan
Pramuka dinyatakan bahwa Prinsip Dasar
dan Metode Kepramukaan bertumpu pada:
Keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan
Yang Maha Esa;
Kepedulian terhadap bangsa dan tanah
air, sesama hidup dan alam seisinya;
Kepedulian terhadap diri pribadinya;
Ketaatan kepada Kode Kehormatan
Pramuka.
Prinsip dasar
Prinsip Dasar Kepramukaan
sebagai norma hidup seorang anggota
Gerakan Pramuka, ditanamkan dan
ditumbuhkembangkan melalui proses
penghayatan oleh dan untuk diri
pribadinya dengan dibantu oleh pembina,
sehingga pelaksanaan dan pengamalannya
dilakukan dengan penuh kesadaran,
kemandirian, kepedulian, tanggung jawab
serta keterikatan moral, baik sebagai
pribadi maupun anggota masyarakat.
Metode
Metode Kepramukaan merupakan cara
belajar progresif melalui :
Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka;
Belajar sambil melakukan;
Sistem berkelompok;
Kegiatan yang menantang dan meningkat
serta mengandung pendidikan yang sesuai
dengan
Perkembangan rohani dan jasmani
pesertadidik;
Kegiatan di alam terbuka;
Sistem tanda kecakapan;
Sistem satuan terpisah untuk putera dan
untuk puteri;
Sistem among.
Metode Kepramukaan pada
hakikatnya tidak dapat dilepaskan dari
Prinsip Dasar Kepramukaan. Keterkaitan
itu terletak pada pelaksanaan Kode
Kehormatan. Metode Kepramukaan juga
digunakan sebagai sebagai suatu sistem
yang terdiri atas unsur-unsur yang
merupakan subsistem terpadu dan terkait,
yang tiap unsurnya mempunyai fungsi
pendidikan yang spesifik dan saling
memperkuat serta menunjang tercapainya
tujuan.
Kode Kehormatan
Kode Kehormatan Pramuka yang
terdiri atas Janji yang disebut Satya dan
Ketentuan Moral yang disebut Darma
merupakan satu unsur dari Metode
Kepramukaan dan alat pelaksanaan
Prinsip Dasar Kepramukaan.
Satya
Satya adalah :
Janji yang diucapkan secara sukarela oleh
seorang calon anggota Gerakan Pramuka
setelah memenuhi persyaratan
keanggotaan;
Tindakan pribadi untuk mengikat diri
secara sukarela menerapkan dan
mengamalkan janji;
Titik tolak memasuki proses pendidikan
sendiri guna mengembangkan visi,
intelektualitas, emosi, sosial dan spiritual,
baik sebagai pribadi maupun anggota
masyarakat lingkungannya.
Satya dibagi menjadi dua, sesuai dengan
kelompok umur peserta didik, yaitu
Dwisatya dan Trisatya”
Dwisatya
Dwisatya adalah satya yang digunakan
khusus untuk Pramuka Siaga.
selengkapnya berbunyi sebagai berikut :
Trisatya
Dwisatya Pramuka Siaga
Demi kehormatanku aku berjanji akan
bersungguh-sungguh:
menjalankan kewajibanku terhadap
Tuhan, Negara Kesatuan Republik
Indonesia dan mengikuti tatakrama
keluarga.
setiap hari berbuat kebajikan.
Trisatya merupakan janji dan tiga
kode moral yang digunakan dalam
Gerakan Pramuka. Disebut trisatya karena
mengandung tiga butir utama yang
menjadi panutan setiap Pramuka.
Setiap kali Pramuka akan dilantik
menuju tingkatan yang lebih tinggi atau
dilantik untuk acara lainnya, diwajibkan
melaksanakan upacara ucap ulang janji
yang berupa pembacaan trisatya di depan
sang saka merah putih. Kode Moral
Trisatya digunakan oleh pramuka
golongan penggalang, penegak dan
pandega.
Trisatya dibagi dua, Trisatya untuk
Penggalang dan Trisatya untuk Penegak,
Pandega, dan anggota dewasa.
Trisatya untuk penggalang selengkapnya
berbunyi sebagai berikut :
Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan
bersungguh-sungguh:
1. menjalankan kewajibanku terhadap
Tuhan, Negara Kesatuan Republik
Indonesia dan mengamalkan Pancasila.
2. menolong sesama hidup dan
mempersiapkan diri membangun
masyarakat
3. menepati Dasadharma
Trisatya untuk Penegak, Pandega, dan
anggota dewasa selengkapnya berbunyi
sebagai berikut :
Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan
bersungguh-sungguh:
1. menjalankan kewajibanku terhadap
Tuhan, Negara Kesatuan Republik
Indonesia dan mengamalkan Pancasila.
2. menolong sesama hidup dan ikut serta
membangun masyarakat
3. menepati Dasadarma.
Dharma
Dharma adalah :
Alat proses pendidikan sendiri yang
progresif untuk mengembangkan budi
pekerti luhur.
Upaya memberi pengalaman praktis yang
mendorong pesertadidik menemukan,
menghayati, mematuhi sistem nilai yang
dimiliki masyarakat dimana ia hidup dan
menjadi anggota.
Landasan gerak Gerakan Pramuka untuk
mencapai tujuan pendidikan melalui
kepramukaan yang kegiatannya
mendorong Pramuka manunggal dengan
masyarakat, bersikap demokratis, saling
menghormati, memiliki rasa kebersamaan
dan gotong royong;
Kode Etik Organisasi dan satuan Pramuka,
dengan landasan Ketentuan Moral disusun
dan ditetapkan bersama aturan yang
mengatur hak dan kewajiban anggota,
pembagian tanggungjawab dan penentuan
putusan.
Dharma dibagi menjadi dua, sesuai
dengan kelompok umur peserta didik,
yaitu Dwidharma dan Dasadharma”
Dwidharma
Dwidarma selengkapnya berbunyi sebagai
berikut :
Dwidarma Pramuka Siaga
Siaga berbakti kepada ayah bundanya.
Siaga berani dan tidak putus asa.
Dasadharma
Dasadarma selengkapnya berbunyi
sebagai berikut:
Dasadharma
Pramuka itu:
1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama
manusia.
3. Patriot yang sopan dan kesatria.
4. Patuh dan suka bermusyawarah.
5. Rela menolong dan tabah.
6. Rajin, terampil, dan gembira.
7. Hemat, cermat, dan bersahaja.
8. Disiplin, berani, dan setia.
9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
10. 10.Suci dalam pikiran, perkataan dan
perbuatan
Kegiatan
Kegiatan pembinaan peserta
didik dalam Gerakan Pramuka harus
menggunakan semua Prinsip Dasar dan
Metode Kepramukaan tersebut.
Pelaksanaan penggunaannya
harus disesuaikan dengan keadaan,
kepentingan dan perkembangan bangsa
dan masyarakat Indonesia agar dapat
dijamin bahwa pendidikan itu akan
menghasilkan manusia, warga negara dan
anggota masyarakat yang sesuai dan
memenuhi keadaan dan kebutuhan bangsa
dan masyarakat Indonesia.
Usaha Gerakan Pramuka untuk
mencapai tujuannya itu harus mengarah
pada pengembangan dan pembinaan
watak, mental, jasmani dan rohani, bakat,
pengetahuan, pengalaman dan kecakapan
pramuka, melalui kegiatan yang dilakukan
dengan praktek secara praktis, dengan
menggunakan Sistem Among dan Prinsip
Dasar dan Metode Kepramukaan.
Tanda Pengenal
Macam-macam Tanda Pengenal
Tanda Umum
Dipakai secara umum oleh semua
anggota Gerakan Pramuka yang sudah
dilantik, baik putra maupun putri.
Macamnya: – Tanda tutup kepala, –
setangan / pita leher, – tanda pelantikan, –
tanda harian, – tanda WOSM.
Tanda Satuan
Menunjukkan Satuan / Kwartir
tertentu, tempat seorang anggota Gerakan
Pramuka bergabung.
Macamnya: – Tanda barung /
regu / sangga, – gugus depan, – kwartir, –
Mabi, – krida, – saka, – Lencana daerah, –
satuan dan lain-lain.
Tanda Jabatan
Menunjukkan jabatan dan
tanggungjawab seorang anggota Gerakan
Pramuka dalam lingkungan organisasi
Gerakan Pramuka.
Macamnya: – Tanda pemimpin /
wakil pemimpin barung / regu / sangga, –
sulung, pratama, pradana, – pemimpin /
wakil krida / saka, – Dewan Kerja,
Pembina, Pembantu Pembina, Pelatih,
Andalan, Pembimbing, Pamong Saka,
Dewan Saka dan lain-lain.
Tanda Kecakapan
Menunjukkan kecakapan,
ketrampilan, ketangkasan, kemampuan,
sikap, tingkat usaha seorang Pramuka
dalam bidang tertentu, sesuai golongan
usianya.
Macamnya: – Tanda kecakapan umum /
khusus, – pramuka garuda dan tanda
keahlian lain bagi orang dewasa.
Tanda Kehormatan
Menunjukkan jasa atau
penghargaan yang diberikan kepada
seseorang atas jasa, darma baktinya dan
lain-lain yang cukup bermutu dan
bermanfaat bagi Gerakan Pramuka,
kepramukaan, masyarakat, bangsa, negara
dan umat manusia.
Macamnya: – Peserta didik: Tiska, tigor,
bintang tahunan, bintang wiratama,
bintang teladan. – Orang dewasa:
Pancawarsa, Darma Bakti, Wiratama,
Melati, Tunas Kencana.
Tanda Jasa
Sistem Among
Sistem among adalah sistem
pendidikan yang dilaksanakan dengan
cara memberikan kebebasan kepada
peserta didik untuk dapat bergerak dan
bertindak dengan leluasa dengan sejauh
mungkin menghindari unsur-unsur
perintah, keharusan, paksaan, sepanjang
tidak merugikan, baik bagi diri peserta
didik maupun bagi masyarakat sekitarnya,
dengan maksud untuk menumbuhkan dan
mengembangkan rasa percaya diri sendiri,
kreativitas dan oto-aktivitas sesuai dengan
aspirasi peserta didik.
Sistem Tanda Kecakapan
Tanda kecakapan adalah salah
satu alat bagi Gerakan Pramuka untuk
mewujudkan tujuan yang ingin dicapai
oleh Gerakan Pramuka.
Sistem tanda kecakapan merupakan
suatu cara yang ditata dan suatu cara
menggunakan tanda-tanda untuk
menandai dan mengakui kecakapan-
kecakapan, baik yang bersifat teknis
(praktis) maupun yang bersifat mental/
spirituil, yang dimiliki oleh anggota yang
memakai tanda-tanda itu.
Tanda Kecakapan Umum.
Tanda Kecakapan Khusus.
LAMBANG GERAKAN PRAMUKA
Lambang Gerakan adalahtanda pengenal
tetap yang mengkiaskan cita-cita setiap
anggota
Bentuk
Gerakan Pramuka Lambang
Gerakan Pramuka berbentuk / berupa
Silluete Tunas Kelapa. (lihat gambar di
samping) Penjabaran tentang Lambang ini
ditetapkan dalam SK Kwarnas Nomer 06/
KN/72 tentang Lambang Gerakan Pramuka.
Arti kiasan
Lambang Gerakan Pramuka mengandung
arti kiasan sebagai berikut:
1. Buah nyiur dalam keadaan tumbuh
dinamakan cikal. Ini mengandung arti
Pramuka adalah inti bagi kelangsungan
hidup bangsa (tunas penerus bangsa).
2. Buah nyiur tahan lama. Ini mengandung
arti, Pramuka adalah orang yang jasmani
dan rohaninya kuat dan ulet.
3. Nyiur dapat tumbuh dimana saja. Ini
mengandung arti, Pramuka adalah orang
yang mampu beradaptasi dalam kondisi
apapun
4. Nyiur tumbuh menjulang tinggi. Ini
mengandung arti, setiap Pramuka
memiliki cita-cita yang tinggi.
5. Akar nyiur kuat. Mengandung arti,
Pramuka berpegang pada dasar-dasar yang
kuat.
6. Nyiur pohon yang serbaguna. Ini
mengandung arti, Pramuka berguna bagi
nusa, bangsa dan agama.
7. Lambang keris melambangkan senjata
tradisional Jawa Tengah
8. Lambang 10 api yang berkobar
melambangkan dasadarma
9. Padi dan kapas melambangkan kesuburan
dibidang pangan dan sandang
10. Kode daerah melambangkan daerah kota
daerah
11. Nama kabupaten melambangkan kota
cabang
12. Bintang melambangakan 5 sila pancasila
Penggunaan
Lambang Gerakan Pramuka dapat
dipergunakan pada Panji, Bendera, Papan
Nama Kwartir / Satuan, Tanda Pengenal
dan alat administrasi Gerakan Pramuka
Penggunaan lambang tersebut
dimaksudkan sebagai alat pendidikan
untuk mengingatkan dan menanamkan
sifat dan keadaan seperti yang termaktub
dalam arti kiasan lambang Tunas Kelapa
itu pada setiap anggota Gerakan Pramuka.
Setiap anggota Gerakan Pramuka
diharapkan mampu mengamalkan dan
mempraktekkan ilmu pengetahuan dan
teknologi yang dimilikinya kepada
masyarakat di sekelilingnya. Sebab
generasi muda yang tergabung dalam
Gerakan Pramuka diharapkan kelak
mampu menjadi kader pembangunan yang
berjiwa Pancasila
Gerakan Pramuka Indonesia adalah
nama organisasi pendidikan nonformal
yang menyelenggarakan pendidikan
kepanduan yang dilaksanakan di
Indonesia. Kata “Pramuka” merupakan
singkatan dari praja muda karana, yang
memiliki arti rakyat muda yang suka
berkarya.
“Pramuka” merupakan sebutan bagi
anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi;
Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang,
Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.
Kelompok anggota yang lain yaitu
Pembina Pramuka, Andalan, Pelatih,
Pamong Saka, Staf Kwartir dan Majelis
Pembimbing.
Sedangkan yang dimaksud
“kepramukaan” adalah proses pendidikan
di luar lingkungan sekolah dan di luar
lingkungan keluarga dalam bentuk
kegiatan menarik, menyenangkan, sehat,
teratur, terarah, praktis yang dilakukan di
alam terbuka dengan Prinsip Dasar
Kepramukaan dan Metode Kepramukaan,
yang sasaran akhirnya pembentukan
watak, akhlak dan budi pekerti luhur.
Kepramukaan adalah sistem pendidikan
kepanduan yang disesuaikan dengan
keadaan, kepentingan dan perkembangan
masyarakat dan bangsa Indonesia.
TANDA KECAKAPAN KHUSUS (TKK)
Dalam kepramukaan, Tanda
Kecakapan Khusus (TKK) adalah tanda
yang diberikan kepada peserta didik
sebagai bentuk apresiasi atas kemampuan
seorang peserta didik dalam suatu bidang
tertentu. TKK bersifat opsional bagi
peserta didik, sehingga seorang peserta
didik dapat memiliki TKK yang berbeda
dari peserta didik lain. TKK jumlahnya
saat ini mencapai puluhan, dan
kemungkinan akan ditambah seiring
dengan kemajuan teknologi.
Untuk memperoleh suatu TKK,
seorang Pramuka harus mampu
menyelesaikan Syarat-syarat Kecakapan
Khusus dalam bidang tersebut.
Pemasangan TKK
TKK dipasang di lengan sebelah
kanan baju seragam, dengan dua pilihan
pemasangan, yaitu
Melintang, dua jari dibawah lambang
Kwartir Daerah/diatas jahitan bawah
lengan, atau
Melingkari lambang Kwartir Daerah
dengan komposisi dua buah disebelah
kanan lambang Kwartir Daerah, dua buah
disebelah kiri lambang Kwartir Daerah,
dan satu buah dibawah lambang Kwartir
Daerah.
Jumlah TKK yang dapat dikenakan di
baju seragam, paling banyak adalah lima
buah. Jika memiliki TKK lebih dari lima
buah, maka seorang Pramuka harus
Pengenaan
Selempang
Selempang (disebut juga
tetampan) secara umum hanya dikenakan
pada saat upacara resmi, pelantikan, dan
momen penting lainnya. Pada kegiatan-
kegiatan biasa atau pada saat latihan rutin
biasa, selempang tidak perlu digunakan.
Selempang dipasang mengarah dari kanan
atas ke kiri bawah.
Pembagian TKK
Tanda Kecakapan Khusus di
semua tingkatan peserta didik
(penggalang, penegak dan pandega),
kecuali siaga, dibagi dalam lima golongan
bidang kecakapan dan memiliki tiga
tingkatan.
Golongan Bidang TKK
Lima golongan TKK tersebut ditandai
dengan warna dasar TKK yang berbeda,
dan digolongkan menjadi:
TKK Bidang Kesehatan dan Ketangkasan
dengan warna dasar putih, meliputi:
1. TKK Gerak Jalan
2. TKK Pengamat
3. TKK Penyelidik
4. TKK Perenang
5. TKK Juru Layar
6. TKK Juru Selam
7. TKK Pendayung
8. TKK Ski Air
9. TKK Pencak Silat
10. TKK Posyandu/TKK Keluarga Berencana
TKK Bidang Agama, Mental, Moral,
Spiritual, Pembentukan Pribadi, dan
Watak dengan warna dasar kuning,
meliputi:
1. TKK Sholat
2. TKK Khatib
3. TKK Qori
4. TKK Muadzin
5. TKK Penabung
6. TKK Doa
7. TKK Gereja
8. TKK Pelayanan
9. TKK Saksi Kristus
10. TKK Terang Alkitab
11. TKK Suluh Gereja
12. TKK Bhakti
13. TKK Dharmapala
14. TKK Wicaksana
15. TKK Dana Punia
16. TKK Bhakti
17. TKK Pendididkan KB
dan lain-lain
TKK Bidang Keterampilan Teknik
Pembangunan dengan warna dasar hijau,
meliputi:
1. TKK Penjilid Buku
2. TKK Juru Potret
3. TKK Juru Kulit
4. TKK Juru Logam
5. TKK Penenun
6. TKK Penangkap Ikan
7. TKK Juru Kebun
8. TKK Peternak Ulat Sutera
9. TKK Peternak Lebah
10. TKK Peternak Kelinci
11. TKK Filateli
12. TKK Pengumpul Lencana
13. TKK Pengumpul Mata Uang
14. TKK Pengumpul Tanaman Kering
15. TKK Pengumpul Tanaman Hidup
16. TKK Juru Masak
17. TKK Pecinta Dirgantara
18. TKK Pembuat Pesawat Model
19. TKK Pengenal Cuaca
20. TKK Komunikasi
21. TKK Penjelajah
22. TKK Juru Peta
23. TKK Juru Navigasi Laut
24. TKK Juru Isyarat Bendera
25. TKK Pelaut
26. TKK Pengembara
27. TKK Petani Padi
28. TKK Penanam Tanaman Hias
29. TKK Petani Cabai
30. TKK Juru Bambu
31. TKK Juru Anyam
32. TKK Juru Kayu
33. TKK Juru Batu
34. TKK Peternak Itik
35. TKK Peternak Ayam
36. TKK Peternak Sapi
37. TKK Peternak Merpati
38. TKK Pengumpul
39. TKK Pengumpul Benda
40. TKK Pengumpul Hewan
41. TKK Juru Semboyan
42. TKK Penjahit
43. TKK Pengendara Sepeda
44. TKK Juru Konstruksi Pesawat Udara
45. TKK Juru Mesin Pesawat Udara
46. TKK Juru Navigasi Udara
47. TKK Juru Evakuasi Mesin
48. TKK Pengenal Pesawat Udara
49. TKK Juru Isyarat Elektronika
50. TKK Juru Isyarat Optika
51. TKK Perencana Kapal
52. TKK Perahu Motor
53. TKK Berkemah
54. TKK Petani Bawang
55. TKK Petani Tanaman Jalar
56. TKK Peternak Belut
57. TKK Peternak Lele
58. TKK Statistika Keluarga Berencana
59. TKK Pengatur Ruangan
60. TKK Pengatur Rumah
61. TKK Pengatur Meja Makan
TKK Bidang Sosial, Perikemanusiaan,
Gotong Royong, Ketertiban, Masyarakat,
Perdamaian Dunia, dan Lingkungan
Hidup dengan warna dasar biru, meliputi:
1. TKK Pemadam Kebakaran
2. TKK Pengatur Lalu Lintas
3. TKK Pengamanan Lingkungan
4. TKK Penunjuk Jalan
5. TKK Juru Bahasa
6. TKK Juru Penerang
7. TKK Korespondensi
8. TKK Pertolongan Pertama Pada
Kecelakaan
9. TKK Penyuluh Padi
10. TKK Keadaan Darurat Udara
11. TKK Keadaan Darurat Laut
12. TKK Pembantu Ibu
13. TKK Pengasuh Anak
14. TKK Penerima Tamu
15. TKK Pendaki Gunung
16. TKK Juru Ukur
17. TKK Kependudukan
18. TKK Pendataan Keluarga Berencana
19. TKK Kesejahteraan Keluarga
TKK Bidang Patriotisme dan Seni Budaya
dengan warna dasar merah, meliputi:
1. TKK Dirigen
2. TKK Penyanyi
3. TKK Pelukis
4. TKK Juru Gambar
5. TKK Pengarang
6. TKK Pembaca
TKK Bidang Kesehatan dan
Ketangkasan
TKK Bidang Agama, Mental,
Moral, Spiritual,
Pembentukan Pribadi, dan
Watak
TKK Bidang Agama,
Mental, Moral,
Spiritual, Pembentukan
Pribadi, dan Watak
TKK Bidang Agama,
Mental, Moral,
Spiritual, Pembentukan
Pribadi, dan Watak
TKK Bidang Keterampilan Teknik
Pembangunan
TKK Bidang Keterampilan
Teknik Pembangunan
TKK Bidang
Keterampilan Teknik
Pembangunan
TKK Bidang
Keterampilan Teknik
Pembangunan
TKK Bidang Sosial,
Perikemanusiaan, Gotong Royong,
Ketertiban, Masyarakat,
Perdamaian Dunia, dan
Lingkungan Hidup
TKK Bidang Sosial,
Perikemanusiaan, Gotong
Royong, Ketertiban,
Masyarakat, Perdamaian
Dunia, dan Lingkungan Hidup
TKK Bidang Patriotisme
dan Seni Budaya
Tingkatan TKK
Tingkatan TKK dalam Gerakan
Pramuka dibagi menjadi tiga. Untuk
mencapai tingkatan selanjutnya, seorang
Pramuka harus memenuhi syarat yang
ditentukan dalam Syarat Kecakapan
Khusus (SKK). Setiap tingkatan SKK yang
lebih tinggi akan berbeda persyaratannya
dengan SKK yang memiliki tingkatan lebih
rendah walaupun untuk TKK yang sama.
Dari kiri ke kanan, contoh TKK
Pramuka Penegak: TKK Qori tingkat
Purwa, TKK Pengamat tingkat Madya, TKK
PPPK tingkat Utama
Tiga tingkatan tersebut ialah:
1. Purwa; merupakan tingkatan terendah
dalam TKK, berbentuk lingkaran.
2. Madya; merupakan tingkatan TKK tingkat
menengah, berbentuk persegi.
3. Utama; merupakan tingkatan tertinggi
TKK, berbentuk segi lima.
Yang membedakan TKK antar golongan
peserta didik ialah warna tepian TKK yang
berbeda.
Tingkat Pramuka Siaga berwarna hijau dan
hanya memiliki satu bentuk yaitu segitiga
Tingkat Pramuka Penggalang berwarna
merah
Tingkat Pramuka Penegak dan Pramuka
Pandega berwarna kuning
Beberapa TKK juga menjadi salah satu
persyaratan yang harus dipenuhi seorang
peserta didik yang akan melanjutkan ke
tingkatan Pramuka Garuda sebagai
tingkatan tertinggi dalam golongannya.
Tanda Kecakapan Umum
TKU (Tanda Kecakapan Umum)
adalah bagian dari sistem tanda kecakapan
dalam Gerakan Pramuka di samping TKK
(Tanda Kecakapan Khusus).
Tanda Kecakapan Umum
diberikan setelah seorang anggota Gerakan
Pramuka menyelesaikan Syarat-syarat
Kecakapan Umum (SKU) dalam
tingkatannya masing-masing.
Tanda Kecakapan Umum hanya
berlaku bagi anggota Pramuka Siaga,
Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak
dan Pramuka Pandega. TKU tidak berlaku
bagi seperti Pembina, Andalan dan
anggota dewasa lainnya.
Bentuk, tingkatan dan pemakaian
Pramuka Siaga
Berbentuk Jajar Genjang miring berwarna
dasar hijau dengan gambar “bunga kelapa”
berwarna putih.
TKU Pramuka Siaga terdiri atas: TKU Siaga
mula (satu susun), TKU Siaga bantu (dua
susun) dan TKU Siaga tata (tiga susun).
TKU Pramuka Siaga dikenakan di lengan
baju sebelah kiri.
Pramuka Penggalang
Berbentuk seperti huruf “V” berwarna
dasar merah dengan gambar “bunga
kelapa bertangkai tiga” berwarna putih.
TKU Pramuka Penggalang terdiri atas: TKU
Penggalang Ramu (satu susun), TKU
Penggalang Rakit (dua susun) dan TKU
Penggalang Terap (tiga susun).
TKU Pramuka Penggalang dikenakan di
lengan baju sebelah kiri.
Pramuka Penegak
Berbentuk trapesium berwarna dasar hijau
dengan gambar bintang, sepasang tunas
kelapa dan tulisan “Bantara” atau
“Laksana” berwarna kuning.
TKU Pramuka Penegak terdiri atas TKU
Penegak Bantara (bertuliskan “BANTARA”
di bagian bawah tunas kelapa) dan TKU
Penegak Laksana (bertuliskan “LAKSANA”
di bagian bawah tunas kelapa).
TKU Pramuka Penegak dikenakan di
masing-masing bahu baju seragam
pramuka (pundak).
Pramuka Pandega
Berbentuk trapesium berwarna dasar hijau
dengan gambar bintang, sepasang tunas
kelapa dan tulisan “Pandega” berwarna
coklat.
Tingkatannya hanya satu tingkatan.
TKU Pramuka Pandega dikenakan di
masing-masing bahu baju seragam
pramuka (pundak).
PENGGALANG
Penggalang adalah sebuah
tingkatan dalam pramuka setelah siaga.
Biasanya anggota pramuka tingkat
penggalang berusia dari 10-15 tahun.
Tingkatan dalam Penggalang
Penggalang memiliki beberapa tingkatan
dalam golongannya, yaitu :
1. Ramu
2. Rakit
3. Terap
4. Penggalang Garuda
Tingkatan Penggalang juga memiliki
Syarat Kecakapan Umum (SKU) dan Syarat
Kecakapan Khusus (SKK) yang harus
dipenuhi untuk mendapatkan kenaikan
tingkat atau pendapatkan Tanda
Kecapakan Khusus TKK
Sistem Kelompok Satuan Terpisah
Satuan terkecil dalam Penggalang
disebut regu. Setiap regu diketuai oleh
seorang Pimpinan Regu (PINRU)yang
bertanggung jawab penuh atas regunya
tersebut. Dalam Gugus depan Penggalang
yang dapat berisi lebih dari satu regu
putra/putri, terdapat peserta didik yang
bertugas mengkoordinir regu-regu
tersebut, peserta didik itu disebut Pratama
(untuk putra) atau Pratami (untuk putri).
Regu dalam penggalang
mempunyai nama-nama untuk
mengidentifikasi regu tersebut. Nama
Regu Putra diambil dari nama binatang,
misalnya harimau, kobra, elang,
kalajengking, dan sebagainya. Sedangkan
nama regu putri diambil dari nama bunga,
semisal anggrek, anyelir, mawar, melati.
Trisatya
Janji Pramuka Penggalang (Trisatya)
berbeda dengan Siaga dan Penegak/
Pandega. Berikut isi Trisatya Penggalang:
TRISATYA Demi kehormatanku, aku
berjanji akan bersungguh sungguh:
1. Menjalankan kewajibanku kepada Tuhan
Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik
Indonesia dan Mengamalkan Pancasila
2. Menolong sesama hidup dan
mempersiapkan diri membangun
masyarakat
3. Menepati Dasa Dharma
Dasa Dharma
adalah sepuluh janji seorang pramuka
DASA DHARMA
1. Taqwa kepada tuhan yang maha esa
2. Cinta alam dan kasih sayang kepada
manusia
3. Patriot yang sopan dan kesatria
4. Patuh dan suka bermusyawarah
5. Rela menolong dan tabah
6. Rajin,terampil,dan gembira
7. Hemat cermat dan bersahaja
8. Disiplin,berani dan setia
9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
10. Suci dalam pikiran perkataan dan
perbuatan
WARNA DAN ARTI KIASAN TKU
a. Kelopak bunga kelapa yang mulai
merekah, menggambarkan pertumbuhan
tanaman, mengibaratkan Pramuka Siaga
yang sedang tumbuh menjadi tunas calon
bangsa.
b. kelopak bunga diletakkan miring,
menggambarkan bunga kelapa yang selalu
memperlihatkan sudut miring terhadap
batang pohonnya, mengibaratkan
keterikatan Pramuka Siaga dengan
keluarga dan orang tuanya.
c. Mayang terurai bertangkai tiga buah,
menggambarkan bunga yang sudah mulai
berkembang, indah dan menarik,
mengibaratkan Pramuka Penggalang yang
riang, lincah dan bersikap menarik,
sebagai calon tunas bangsa yang sedang
berkembang, menggladi dirinya dengan
jiwa Pramuka yang berlandaskan pada
Trisatya.
d. Mayang terurai yang mekar ke samping,
mengibaratkan makin terbukanya
pandangan Pramuka Penggalang, dan
menerima pengaruh yang baik dari
lingkungan sekitarnya.
e. Bintang bersudut lima mengibaratkan
Ketuhanan Yang Mahaesa dan Pancasila.
f. Dua buah tunas kelapa yang
berpasangan mengibaratkan keselarasan
dan kesatuan gerak Pramuka Penegak dan
Pandega, putera dan puteri, yang sedang
membina dirinya sebagai mahluk pribadi,
mahluk sosial dan mahluk Tuhan, menuju
cita-cita bangsa yang tinggi, setinggi
bintang di langit, untuk kemudian
mengabdikan dirinya ke dalam dank e luar
organisasi Gerakan Pramuka.
g. Tanda Penegak Bantara, Penegak
Laksana dan Pandega diletakkan di atas
pundak kiri dan kanan, mengibaratkan
pemberian tanggung jawab yang tidak
ringan yang dipikulnya sebagai anggota
Gerakan Pramuka dan kader
pembangunan bangsa dan negara.
Arti warna:
1) warna hijau melambangkan kesegaran
hidup sesuatu yang sedang tumbuh.
2) warna merah melambangkan
kemeriahan hidup sesuatu yang sedang
berkembang.
3) warna kuning dan kuning emas
melambangkan kecerahan hidup yang
menuju ke keagungan dan keluhuran budi.
4) warna coklat melambangkan
kematangan jasmani dan rohani,
kedewasaan dan keteguhan.
POKOK POKOK PENJELASAN DAN
PENJABARAN DASA DARMA
Pokok-pokok Pengertian
1. Dasadarma adalah ketentuan moral.
Karena itu, Dasadarma memuat pokok-
pokok moral yang harus ditanamkan
kepada anggota Pramuka agar mereka
dapat berkembang menjadi manusia
berwatak, warga Negara Republik
Indonesia yang setia, dan sekaligus
mampu menghargai dan mencintai sesame
manusia dan alam ciptaan Tuhan Yang
Mahaesa.
2. Republlik Indonesia adalah Negara
hukum yang berdasarkan falsafah
Pancasila, Karena itu, rumusan Dasadarma
Pramuka berisi penjabaran dari Pancasila
dalam kehidupannya sehari-hari.
3. Dasadarma yang berarti sepuluh
tuntunan tingkah laku adalah sarana
untuk melaksanakan satya (janji, ikar,
ungkapan kata haaati). Dengan demikian,
maka Dasadarma Pramuka pertama-tama
adalah ketentuan pengamalan dari
Trisatya dan kemudian dilengkapi dengan
nilai-nilai luhur yang bermanfaat dalam
tata kehidupan.
Penjelasan masing-masing Darma
1. Darma pertama: Takwa kepada Tuhan
Yang Mahaesa
1. Pendahuluan
Apa yang tercantum di dalam Trisatya
tentang menjalankan kewajiban terhadap
Tuhan dan yang terdapat dalam
Dasadarma pertama sudah harus sedikit
dibedakan bahwa:
Di dalam Trisatya, ungkapan itu
merupakan janji (ikrar) seseorang yang
diresapkan dalam hati atau dirinya
sedangkan dalam hati atau dirinya
sedngkan yang ada di dalam Dasadarma
pertama adalah perwujudannya secara
kongret dalam tingkah laku ataupun
sikapnya,
Atau dengan kaata lain yang ada di dalam
Trisatya itu merupakan sesuatu yang ada
di dalam batin dan yang terdapat di dalam
darma adalah yang tampak lahiriah. Oleh
karena itu yang terdapat di dalam
Dasadarma bukanlah suatu pengulangan,
tetapi penekan
2. Pengertian
1.Takwa
1. Pengertian takwa adalah bermacam-
macam, antara lain: bertahan, luhur,
berbakti, mengerjakan yang utama dan
meninggalakan yang tercela, hati-hati,
terpelihara, dan lain-lain.
2. Pada hakekatnya takwa adalah usaha
dan kegiatan seseorang yang sangat utama
dalam perkembangan hidupnya. Bagi
bangsa Indonesia yang berketuhanan Yang
Mahaesa, yang menjadi tujuan hidupnya
adalah keselamatan, perdamaian,
persatuan dan kesatuan baik didunia
maupun dikhirat, Tujuan hidup ini hanya
dapat dicapai semata-mata dengan takwa
kepada Tuhan Ynag Mahaesa, yaitu:
1. Bertahan terhadap godaan-godaan
hidup, berkubu dan berperisal untuk
memelihara diri dari dorongan hawa
nafsu.
2. Taat melaksanakan ajaran-ajaran Tuhan,
mengerjakan yang baik dan berguna serta
menjauhi segala yang buruk dan yang
tidak berguna bagi dirinya maupun bagi
masyarakat serta seluruh umat manusia.
3. Mengembalikan, menyerahkan kepada
Tuhan segala darma bakti dan amal
usahanya untuk mendapatkan penilaian;
sebagaimana Tuhan menghendaki sikap
ini merupakan sikap seseorang kepada
pribadi lain yang dianggap mengatasi
dirinya, bahkan mengatasi segala-galanya,
sehingga seseorang menyatakan hormat
dan baktinya, serta memuji, meluhurkan
dan lain-lain terhadap pribadi lain yang
dianggap Mahaagung itu,
2. Tuhan
Di sini kita dapat mencoba memahami
pengertian kita tentang Tuhan baaik
berpangkal dari kemanusiaan yang antara
lain dianugerahi akal budi, maupun dari
wahyu Tuhan sendiri yang terdapat dalam
kitab suci yang diturunkan kepada kita
melalui para Nabi/ Rosul.
1. Dari segi kemanusiaan (akal budi),
Tuhan adalah zat yang ada secara mutlak
yang ada dengan. Zat yang menjadi sumber
atau sebab adanya segala sesuatu di dalam
alam semesta (couse prima atau sebab
pertama).
Karena itu, Dia tidak dapat disamakan
atau dibandingkan dengan apa saja yang
ada. Dia mengatasi, melewati, dan
menembus segala-galanya.
2. Dari wahyu Tuhan sendiri yang
dianugerahkan kepada kita melalui firman
atau sabdaNya di dalam Kitab suci, kita
dapat mengetahui bahwa Dia adalah
pencipta Yang Maha Kuasa, Maha Murah,
lagi Maha Penyayang Tuhan menjadikan
alam semesta termasuk manusia tanpa
mengambil suatu bahan atau
menggunakan alat. Hanya kaarena
afirman-Nya, alam semesta ini menjadi
ada. Yang semula tidak ada menjadi ada,
dari tingkat yang paling rendah sampai
tingkat yang paling tinggi dan luhur. Dari
yang tiada bernyawa kepada yang
bernyawa dan berjiwa, Dari hasil karya
Tuhan itu, kita dapat mengenal segala
macam sifat Tuhan yang melebihi dan
mengatasi apa yang terdapat di dalam
alam semesta ini, terutama dari wahyu
Tuhan sendiri. Kita juga dapat memahami
kegaiban Tuhan. Oleh karena itu, kita
tidak dapat membandingkan zat kodrat
sifat Ilahi dengan yang ada dalam ala
mini. Hal ini juga termasuk dengan sifat
Tuhan Yang Mahaesa. Namun sebagai
insane manusia, kita akan berusaha
memahami apa arti esa pada Tuhan itu.
3. Esa= satu/tunggal.
Maksudnya bukanlah “satu” yang
dapat dihitung. Satu yang dapat dihitung
adalah satu yang dapat dibagi atau
disbanding-bandingkan. Maka, satu atau
esa pada Tuhan adalah mutlak. Satu/
tunggal yang tidak dapat dibagi-bagi dan
dibandingkan.
“Tiada Tuhan selain Allah”.
3. Berbicara tentang pengertian taakwa
kepada Tuhan Yang Mahaesa tidak dapat
dipisahkan daari pengertian moral, budi
pekerti, dan akhlak.
Moral, budi pekerti atau akhlak
adalah sikap yang digerakan oleh jiwa
yang menimbulkan tindakan dan
perbuatan manusia terhadap Tuhan,
terhadap sesamamanusia, sesame
makhluk, dan terhadap diri sendir. Akhlak
terhadap Tuhan Yang Mahaesa meliputi
cinta, takut, harap, syukur, taubat, ikhlas
terhadap Tuhan, mencintai atau membenci
kare Tuhan. Akhlak terhadap Tuhan Yang
Mahaesa mengandung unsure-unsur
takwa, berimankepada Tuhan Yang
Mahaesa, dan berbudi pekerti yang luhur.
Akhlak terhadap sesame manusia
atau terhadap masyarakat mencakup
berbakti kepada orang tua, hubungan baik
antara sesame, malu, jujur, ramah, tolong
menolong, harga menghargai, memberi
maaf, memelihara kekeluargaan, dan lain-
lainnya. Akhalakterhadap sesame manusia
mengandung unsur hubungan kemanusia
mengandung unsure hubungan
kemanusiaan yang baik akhlak terhadap
sesama akhluk Tuhan yang hidup ataupun
benda mati mencakup belas kasih, suka
memelihara, beradab, dan sebagainya,
Akhlak terhadap sesame makhluk
Tuhan mengandung unsure peri
kemanusiaan.
Akhlak terhadap diri sendiri
meliputi: memelihara harga diri, berani
membela hak, rajin tanggungjawab,
menjauhkan diri dari takabur, sifat-sifat
bermuka dua sifat pengecut, dengki, loba,
tamak, lekas putus asa, dan sebagainya.
Akhlak terhadap diri sendiri mengandung
unsure budi pekerti yang luhur, berani
mawas diri, dan mampu menyesuaikan
diri.
3. Pelaksanaan
1. Sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka
yang mengarahkan anak didik menjadi
manusia yang berkepribadian dan
berwatak luhur, dan juga karena falsafah
hidup bangsa Indonesia berdasarkan
Pancasila, maka sudahseharusnyalah iman
kepada Tuhan dari masing-masing anak
didik itu diperdalama dan diperkuat.iman
anak didik kepada Tuhan itu bellum cukup
kalau hanya kita berikan pengajaran lisan/
tertullis tanpa ada perwujudan kongkret
dalam tingkah lakkku kehidupan anak
didik.
Maka, apa yang diimani dari
agama dan kepercayaan tentang Tuhan
haruslah dijabarkan dalam sikap hidupnya
yang nyata dan dapat dirasakan oleh
llingkungannya, karena itu akan terdapat
kepicangan apabila Gerakan Pramuka
hanya dapat mengemukakan ajaran
tentang takwa kepada Tuhan Yang
Mahaesa ini, tetapi kurang memberikan
bimbingan dan kesempatan kepada
peserta didik untuk melaksanakan
darmanya yang pertama ini. Untuk
mewujudkan cita-cita Gerakan Pramuka,
dalam hal ini banyak caran dan metode
yang dapat dilaksanakan, sesuai dengan
tingkat umur dan kemampuan anak didik
dan kepercayaan masing-masing.
Cara atau metode dapaat
berlainan, tetapi tujuannya kiranya hanya
satu, ialah terciptanya manusia Indonesia
yang utuh dan sempurna (Pancasilais).
Segala macam ketentuan moral/
kebaikan yang tersimpan dalamajaran
agama (seperti tertera dalam darma-darma
yang berikut)seharusnyalah
dikembangkan dalam sikap hidup anak
didik. Darma-darma itu merupakan
bentuk-bentuk perwujudan kongret dari
takwanya kepada Tuhan di samping doa,
sembahyang, dan bentuk peribadatan lain.
Sebagai Contoh.
Sikap cinta dan kasih saying, etia,
patuh, adil, jujur, suci,dan lain-lain adalah
merupakan pengejawantahan dan
perwujudan dari ketakwaan seseorang
kepada Tuhan. Sulit untuk mengatakan
bahwa sebenarnya tidak jujur orang
mengarahkan dia itu takwa kepada Tuhan,
tetapi dalamhidupnya dia bertindak dan
bersikap membenci, curang, tidak adil,
dan sebagainya terhadap sesamanya.
2. Maka dari itu, dalam prakteknya,
mengembangan ketakwaan kepada Tuhan
dapat dilaksanakan dalam segala kegiatan
kepramukaan mulai dari bermain dampai
kepada bekerja sama dan hidup bersama.
Dalam kegiatan permainan, kita
sudah dapat menamkan sifat-sifat jujur,
patuh, setia dan tabah.
Kalau anak sudah dibiasakan
bermaian seperti itu, maka dia akan
berkembang menjadi pribadi yang baik,
berwatak luhur dan berkepribadian.
Akhirnya, akan berguna bagi
sesame manusia, masyarakat, bangsa dan
negaranya. Semua ini tiada lain
didasarkan pada takwanya kepada Tuhan.
3. Menuntun anak untuk melaksanakan
ibadah,
4. Menyelenggarakan peringatan-
peringatan hari besar agama.
5. Menghormati orang beragama lain.
6. Menyelenggarakan cermah keagamaan.
7. Menghormati orang tua.
2. Darma kedua: Cinta alam dan kasih
sayang sesama manusia
a. Pengertian
1. Tuhan Yang Mahaesa telah menciptakan
seluruh alam semesta yang terdiri dari
manusia, binatang, tumbuhan-tumbuhan,
dan benda-benda alam.
Bumi, alam, hewan, dan tumbuh-
tumbuhan tersebut diciptakan Allah bagi
kesejahteraan manusia.Karena itu, sudah
selayaknya pemberian Allah ini dikelola,
dimanfaatkan, dan dibangun.
Sebagai makhluk Tuhan yang
lengkap dengan akal budi, rasa, karsa dan
karya, serta dengan kelima inderia
manusia patut mengetahui makna seluruh
ciptaana-NYa.
Wajar dan pantaslah Pramuka,
secara alamiah, melimpahkan cinta kepada
alam sekitarnya (benda alam, satwa, dan
tumbuh-tumbuhan), kasih sayang kepada
sesama manusia dan sesama hidup serta
menjaga kelestariannya.
Kelestarian benda alam, satwa,
dan tumbuh-tumbuhan perlu dijaga dan
dipelihara kaarena hutan tanah, pantai,
fauna, dan flora serta laut merupakan
sumber alam yang perlu dikembangan
untuk menunjang kehidupan generasi kini
dan dipelihara kelestariannya untuk
kehidupan generasi mendatang.
Di samping itu, sebagai Negara
kepulauan pemanfaatan wilayah pesisir
dan lautan yang sekaligus memelihara
kelestarian sumber ala mini dengan
menanggulangi pencemaran laut,
perawatan hutan, hutan bakau dan hutan
payau, serta pengembangan budi daya laut
menduduki tempat yang penting pula.
2. Yang dimaksud dengan cinta dan kasih
saying apabila manusia dapat ikut
merasakan suka dan derita alam
sekitarnya khususnya manusia. Kelompok-
kelompok manusia ini merupakan bangsa-
bangsa dari Negara yang terdapat di dunia
ini. Bila kita ingindan mau mengerti dan
bergaul dengan bangsa lain maka rasa
kasih sayanglah yang dapat mendekatkan
kita dengan siapa pun. Dengan demikian,
akan terciptalah perdamaian dan
persahabatan antar manusia maupun
antar bangsa.
Khususnya sebagai seorang
Pramuka menganggap Pramuka lainnya
baik dan Indonesia maupun dari bangsa
lain sebagai saudaranya kaarena masing-
masing mempunyai satya dan darma
sebagai ketntuan moral. Pramuka
Indonesia yang bertujuan menjadi
manusia yang berkepribadian dan
berwatak luhur sudah sepantasnyalah jika
ia berusaha meninggalkan watak yang
dapat menjauhkan ia dengan ciptaan
Tuhan lainnya dengan memiliki sifat-sifat
yang penuh rasa cinta dan kasih saying.
3. Darma ini adalah tuntunan untuk
mengamalkan sila kedua dari Pancasila
b. Pelaksanaan dalam hidup sehari-hari.
1) Membawa peserta didik kea lam bebas
kebun raya agar mengetahui dan
mengenal berbagai jenis tumbuhn-
tumbuhan, Anjurkanlah kepada meereka
memelihara tenaman di rumah masing-
masing. Hal ini dapat dijadikan
persyaratan untuk mencapai tanda
kecakapan khusus.
2) Begitu pula halnya sikap kita terhadap
binatang, perkenalakan peserta didik
dengan sifat masing-masing jenis binatang
untuk mengetahui manfaatnya. Anjurkan
juga memelihara dengan baik binatang
yang mereka miliki.
1.Kasih sayang sesama manusia tidak lepas
dari perwujudan kerendahan diri manusia
sebagai makhluk terhadap keagungan
pencipta-Nya. Ketakwaan kita kepada
Tuhan Yang Mahaesa wajib dihayati
sepanjang hidup. Di samping itu, perlu
membangun watak utama antara lain,
tidak mementingkan diri pribadi,
menghargai orang lain meskipun tidak
sebangsa dan seagama. Demikian pula,
bersaudara dengan Pramuka sedunia.
2.Siapa pun yang kita kenal dan kita
dekaaaaati lambaat-laun akan timbul rasa
cinta alam dan kasih saying sesama
manusia. Rasa inilah yang dapat
menggugah rasa dekat dengan Alkhalik,
karena tidak terhalang oleh rasa benci,
marah dan sifat-sifat yang tidak terpuji,
dengan demikian, kita menyadari
keagungan Tuhan Yang Mahaesa.
3. Darma Ketiga : Patriot yang sopan dan
ksatria
a. Pengertian
1. Patriot berarti putra tanah air, sebagai
seorang warga Negara Reoublik Indonesia,
seorang Pramuka adalah putra yang baik,
berbakti, setia dan siap siaga membela
tanah airnya.
2. Sopan adalah tingkah laku yang halus
dan menghormati orang lain. Orang yang
sopan bersikap ramah tamah dan
bersahabat bukan pembenci dan selalu
disukai orang lain.
3. Ksatria adalah orang yang gagah berani
dan jujur. Ksatria juga mengandung arti
kepahlawanan, sifat gagah berani dan
jujur. Jadi, kata ksatria mengandung
makna keberanian, kejujuran, dan
kepahlawanan.
4. Seorang Pramuka yang mematuhi darma
ini, bersma-sama dengan warga Negara
yang lain mempunyai satu kata hati dan
satu sikap mempertahankan tanah airnya,
menjunjung tinggi martabat bangsanya.
5. Darma ini adlah tuntunan untuk
mengamalkan Pancasila ketiga.
b. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari
1. Membiasakan dan mendorong anggota
Pramuka untuk:
1. menghormati dan memahami serta
menghayati lambing Negara, bendera sang
Merah Putih dan lagu kebangsaan
Indonesia Raya.
2. mengenal nilai-nilai luhur bangsa
Indonesia sepeerti kekeluaargaan, gotong-
royong, rmah tamah, religious, dan lain-
lain.
3. Mencintai bahasa, seni budaya, dan
sejarah Indonesia.
4. Mengerti, menghayaati, mengamalkan
dan mengamankan Pancasila.
2. Mengenal adapt-istiadat suku-suku
bangsa di Indonesia.
3. Mengutamakan kepentingan umum dari
pada kepentingan diri pribadi. Selalu
membantu dan membela yang lemah dan
yang benar.
4. Membiasakan diri berani mengakui
kesalah dan membenaarkan yang benar.
5. Menghormati orng tua, guru dan
pemimpin.
4. Darma keempaat: Patuh dan suka
bermusyawarah.
1. Pengertian
1.
1. Patuh berarti setia dan bersedia
melakukan sesuaaatu yang sudah
disepakati dan ditentukan.
2. Musyawarah adalah laku utama seorang
democrat yang menghormati pendapat
orang lain. Orang yang suka
bermusyawarah terhindar dari sikap yang
otoriter dan semau sendiri. Dalam setiap
gerak dan tindakan yang menyangkut
orang lain, seorang lain baik dengan
orang-orang yang terikat dalam pekerjaan
atau dalam bentuk-bentuk organisasi.
3. Darma adalah tuntunan untuk
mengamalkan Pancasila keempat.
2. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari
1.
1. Membiasakan diri untuk menepati janji,
mematuhi peraturan yang ditetapkan di
gugusdepan dan mematuhui peraaaaturan
di RT/RK, kampung dan desa, sekolah dan
peratur perundang-undangan yang
berlaku.
Misalnya, setia mengikuti latihan
membayar iuran, menaati peraturan lalu
llintas dan lain-lain.
1.
1. Belajar mendengar pendapat orang,
menghargai gagasan orang lain.
2. Membiasakan untuk merumuskan
kesepakatan dengan memperhaaatikan
kepentingan orang banyak
3. Membiasakan diri untuk bermusyawarah
sebelum melaksanakan suatu kegiatan
(misalnya akan berkemah, widyawisata
dan lain-lain.
5. Darma kelima: Rela menolong dan tabah
a. Pengertian
1. Rela atau ikhlas adalah perbuatan yang
dilakukan tanpa memperhitungkan untung
dan rugi (tanpa pamrih). Rela menolong
berarti melakukan perbuatan baik untuk
kepentingan orang lain yang kurang
mampu. Dengan maksud, agar orang yang
ditolong itu dapat menyelesaikan
maksudnya atau kemudian mampu
merampungkan masalah seta tantangan
yang dihadapi.
2. Tabah atau ulet adalah suatu sikap jiwa
tahan uji. Meskipun seseorang mengetahui
bahwa menjalankan tugasnya akan
menghadapi kesulitan, tetapi ia tidak
mundur dan tidak ragu.
3. Darma ini adalah tuntunan untuk
mengamalkan Pancasila sila kelima.
b. Pelaksanaan dalam Hidup sehari-hari
1. Membiasakan diri cepat menolong
kecelakaan tanpa diminta
2. Membantu menyeberang jalan untuk
orang tua, wanita.
3. Memberi tempat di tempat umum
kepada orang tua dan wanita.
4. Membiasakan secara bertahap untuk
mengatasi masalah-masalah dalam
kehidupan sehari-hari di rumah, dan
dimasyarakat..
6. Darma keenam : Rajin, terampil, dan
gembira
a. Pengertian
1. Rajin
Manusia dibedakan dengan
makhluk hidup yang lain kaarena ia
diciptakan mempunyai akal budi. Dengan
demikian harus mengmbangkan diri
dengan membaca, menulis, dan belajar,
Dengan perkataan lain, ia menjalani
proses kodrati dalam mendidik diri.
Lebih-lebih lagi, perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi telah
melejit demikian cepat, maka menjadi
kewajiban kita semua untuk mendorong
anak didik (juga orang dewasa) untuk
selalu rajin belajar, selalu berusaha
dengan tekun, senantiasa tetap
mengembangkan dirinya, dan selalu tertib
melaksanakan tugas.
2. Terampil
Setiap manusia haarus
beeerupaya untuk dapat berdiri di atas
kaki sendiri. Untuk hal itu, yang menjadi
syarat utama adalah keahlian dan
keterampilan serta dapat mengerjakan
suatu tugas dengan cepat dan tepat dengan
hasil yang baik.
3. Gembira
Manusia itu hidup dan
menghidupi dengan mencari jalan
bagaimana hidup yang baik. Untuk itu ia
harus bekerja mencari nafkah, dan
bersama-sama dengan orang lain ia
bekerja sama.
Banyak kesulitan, rintangan, dan
hambatan yang dihadapi. Dan tantangan
ini akan diatasi dengan dorongan motivasi
yang kuat. Suatu upaya untuk mendapat
motivasi ini adalah manusia harus dapat
berfikir cerah, berjiwa tenang, dan
seimbang.
Hal ini dapat dicapai bila manusia selalu
mencari hal-hal yang positip dan
optimistis.
Sikap positif, optimis ini
diperoleh dengan laku yang riang
sehingga menimbulkan suasana gembira.
Kegembiraan adalah perasaan senang dan
bangga yang menimbulkan kegiatan dan
bahkan rasa keberanian.
4. Rajin, terampil, dan gembira perlu
selalu diterapkan dalam setiap usaha dan
kegiatan.
b. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-haari
1) Rajin
1.Biasakan membaca buku yang baik.
2.Biasakan untuk membuaat karya tulis.
3.Selenggarakan diskusi-diskusi untuk
belajar; mengolah pikiran, mengemukakan
pendapat.
4.Tentukan jadwal harian yang tetap untuk
belajar.
Belajar selama dua jam sehari adalah
layak.
5.Atur kegiatan dengan menyesuaikan
dengan kegiatan di sekolah, di rumah dan
Gerakan Pramuka.
6.Membiasakan untuk menyusun jadwal
kegiatan sehari-hari.
2) Bekerja
1. Jelaskan bahwa dibalik kesulitan,
kegagalan, dan kekewaan selalu terdapat
hal-hal yang baik dan berguna.
2. Biasakan bekerja menurut manfaat dan
disesuaikan dengan kemampuan.
3. Jangan terlula cepat menegur,
mengkertik atau menyalahkan orang lain.
4. Hargai dan atonjolkan suatu prestasi
kerja.
5. Berikan beban dan tugas yang terus
berkembang.
6. Berusaha untuk bekerja dengan rencana.
7. Bergembiralah dalam tiap usaha.
8. Selesaikan setiap tugas pekerja, jangan
tunda sampai esok hari.
3) Terampil
1. Pilihlah suatu jenis kemahiran dan
keahlian yang sesuai dengan bakat.
2. Latih terus-menerus.
3. Jangan cepat puas setelah selesai
mengerjakan sesuatu.
4. Mintalah tuntunan dari orang yang
lebih berpengalaman.
5. Jangan menolak tugas pekeerjaan apa
pun yang diberikan pada Saudara.
Laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya
sesuai dengan kemampuan yang ada.
7. Darma ketujuh: Hermat, cermat, dan
bersahaja
a. Pengertian
1) Hemat
1. Hemat bukan beraaati “kikir” tetapi
lebih terarah kepada dapatnya seorang
Pramuka melakukan dan mengunakan
suatu secara tepat menurut kegunaannya.
2. Secara rohaniah, dapat berarti suatu
usaha memerangi hawa nad\fsu manusia
dari keinginan berlebihan yang merugikan
diri sendiri dan orang lain; (uang,
mendisiplinkan diri sendiri).
Menghemat bukan berarti a social
tapi untuk lebih memungkinkan dalam
memberi kemungkinan usaha social ke
pihak lain, (luang, tenaga, waktu dan
sebagainya) yang lebih menguntungkan.
3. Secara material, dapat berarti
memanfaaatkan sesua(materi) menurut
keperluan sehingga usaha tidak berguna
dapat dibendung sehingga dapat berguna
bagi dia sendiri dan ornag lain.
2) Cermat
Cermat lebih berarti “ teliti”
sikap lakku seorang Pramuka harus
senantiasa teliti baik terhadap dirinya
sendiri (introspeksi) maupun yang
datangnya dari laur dirinya sehingga ia
senantiasa waspada.
Hal ini dapat dilakukan melalui
proses berfikir, mengitung, dan
mempertimbangkan segala sesuatu, untuk
berbuat. Seorang Pramuka harus cerdas,
terampil agar ia senantiasa terhindar dari
kekeliruan dan kesalahan.
Ia harus berusaha untuk berbuat sesuatu
dengan terencana dan yang bermanfaat.
3) Bersahaja
Hal ini lebih berarti, sederhana
kesederhanaan yang wajar dan tidak
berlebih-lebihan sehingga dapat memberi
kemungkinan penggambaran jiwa untuk
(penampilan diri) dan menimbulkan
kemampuan untuk hidup dengan apa yang
didapat secaara halal tanpa merugikan
diri sendiri dan ornag lain. Ia harus dapat
menyerasikan antara keinginkan dan
kemampuan, Bersahaja juga dapat berarti
keberanian untuk menyatakan sesuatu
yang sebenarnya.
b. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari
8. Darma kedelapan: Disiplin, berani dan
Setia
a. Pengertian
1. Disiplin dalam pengertian yang luas
berarti paaaaaatuh dan mengikuti
pemimpin dan atau ketentuan dan
peraturan.
2. Dalam pengertian yang lebih khusus,
disiplin berti mengekang dan
mengendalikan diri.
3. Berani adalah suatu sikap mental untuk
bersedia menghadapi dan mengatasi suatu
masalah dan tantangan.
4. Setia berarti tetap pada suatu pendirian
dan ketentuan.
5. Dengan demikian, maka berdisiplin
tidak secara membabi buta melaksanakan
perintah, ketnetuan dan peraturan,
sebagai manusia ciptaan Tuhan, seseorang
harus berani berbuaaaat berdasarkan
pertimbangan dan nilai yang lebih tinggi.
b. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-
haaaari
1. Berusaha untuk mengendalikan dan
mengaaaatur diri (self disiplin).
2. Mentaati peraaturan.
3. Menjalani ajaran dari ibadah agama,
4. Belajaaar untuk menilai kenyataan,
bukti dan kebenaran suatu keterangan
(informasi).
5. Patuh dengan pertimbangan dan
keyakinan.
9. Darma kesembilan: Bertanggungjawab
dan dapat dipercaya
a. Pengertian dan Pelaksanaan dalan
Hidup sehari-hari.
1.Yang dimaksud dengan
bertanggungjawab ialah:
Pramuka itu bertanggungjawab
atas segala sesuatu yang diperbuat baik
atas perinnntah maupun tidak, terutama
secara pribadi bertanggungjawab terhadap
Negara, bangsa, masyarakat dan keluarga
misalnya :
1. Segala sesuatu yng diperintahkan
kepadanya, harus dilakukan dengan penuh
rasa tanggungjawab.
2. Segala sesuatu yang dilakukan atas
kehendak sendiri dilakukan dengan penuh
rasa tanggungjawab.
3. Pramuka harus berani
bertanggungjawab atas suatu tindakan
yang diambil, di luar perintah yang
diberikan kepadanya karena perintah
tersebut tidak dapat atau sulit
dilaksanakannya,
4. Seorang Pramuka tidak akan
mengelakkan suaatu tanggungjawab
dengan suatu alasan yang dicari-cari,
Tujuannya adalah mendidik dan
memasukkan suaaatu tanggungjawab yang
besar kepadanya.
2. Yang dimaksud dengan dapat dipercaya
ialah: Pramuka itu dapat dipercaya, baik
perkataannya maupun perbuatannya.
Misalnya:
1. Dapat dipercaya itu berarti juga jujur,
yaitu jujur terhadap diri sendiri, terhadap
anak didik dan terhadap orang lai n
terutama yang menyangkut uang, materi
dan lain-lain.
2. Pramuka dapat dipercaya atas kata-
katannya, perbuatannya dan lain
sebagainya, apa yang dikatakannya
tidaklah suaaatu karangan yang dibuat-
buat.
3. Apabila ia ditugaskan untuk
melaksanakan sesuatu, maka ia dapat
dipercaya bahwa ia pasti akan
melaksanakannya dengan sebaik-baiknya.
4. Dalam kehidupan sehari-hari dimana
dan kapan pun juga Pramuka dapat
dipercaya bahwa ia tidak akan berbuat
sesuatu yang tidak baik, meskipun tidak
ada orang yang tahu atau yang
mengawasinya.
5. Selalu menepati waktu yang sudah
ditentukan,
Tujuan adalah mendidik Pramuka menjadi
oarnag yang jujur dan yang dapat
dipercaya akan segalati ngkah lakunya.
10. Darma kesepuluh : Suci dalam pikiran
Perkataan dan perbuatan
a. Pengertian
1. Seorang Pramuka dikatakan matang
jiwanya, bila Pramuka itu dalam setiap
tingkah lakunya sudah mengambarkan
laku yang suci dalam pikiran, perkataan
dan perbuatan
2. Suci dalam pikiran berate bahwa
Pramuka tersebut selalu melihat dan
memikirkan sesuatu itu pada segi baiknya
atau ada hikmahnya dan tidak terlintas
sama sekali pemikiran ke arah yang tidak
baik.
3. Suci dalam perkataan setiap apa yang
telah dikatakan itu benar, jujur seerta
dapat dipercaya dengan tidak
menyinggung perasaan oeng lain.
4. Suci dalam peerbuatan sebagai akibat
dari pikiran dan perkataan yang suci,
maka Pramuka itu harus sanggup dan
mampu berbuat yang baik dan benar
untuk kepentingan Negara, bangsa, agama
dan keluarga.
5. Dengan selalu melakukan pikiran,
perkataan dan perbuatan yang suci akan
menimbulkan pengertian dan kesadaran
menurut siratan jiwa Pramuka sehingga
Pramuka itu memukan dirinya sesuai
dengan tujuan Gerakan Pramuka
Antaranya: “…. Menjadi manusia yang
berkepribadian dan berwatak luhur, tinggi
metal-moral budi pekerati dan kuat
keyakinan beragamanya…”
b. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari
1. Seorang Pramuka selalu
menyumbangkan pikirannya yang baik,
tidak berprasangka, dan tidak boleh
mempunyai sikap-sikap yang teercela dan
selalu menghargai pemikiran-pemikiran
orang lain. Sehingga timbul salaing haarga
menghargai sesame manusia dalam
kehidupannya sehari-hari.
2. Seorang Pramuka akan selalu berhati-
hati dan berusaha sekuat tenaga untuk
mengendalikan diri aterhadap ucapannya,
dan menjauhkan diri dari perkataan-
perkataan yang tidak pantas dan
menimbulkan ketidak percaayaan orang
lain.
3. Seorang Pramuka akan menjadi contoh
pribadi dalam segala tingkah lakunya dan
menjauhkan diri dari perbuatan-
perbuatan yang jelek yang terdapat dalam
kehidupan masyarakat.
4. Setiap Pramuka mempunyai pegangan
hidup yaitu agama, jelas di sini bahwa
Pramuka itu beragama bukan hanya dalam
pikiran dan perkataan belaka, tetapi
keberagamaan Pramuka tercermin pula
dalam perbuatan yang nyata.
5. Usaha agar Pramuka itu satu dalam kata
dan perbuatannya
Kegiatan Pramuka Penggalang
Kegiatan dalam tingkatan penggalang
antara lain:
Jambore
Lomba Tingkat, adalah pertemuan regu-
regu Pramuka Penggalang dalam bentuk
lomba kegiatan kepramukaan. Lomba
tingkat dilaksanakan secara berjenjang
dimulai dari tingkat gugusdepan (LT-I),
ranting (LT-II), cabang (LT-III), daerah (LT-
IV), nasional (LT-V).
Gladian Pimpinan Regu (Dianpinru),
adalah pertemuan Pramuka Penggalang
bagi Pemimpin Regu Utama (Pratama),
Pemimpin Regu (Pinru) dan Wakil
Pemimpin Regu (Wapinru) Penggalang,
yang bertujuan memberikan pengetahuan
dan pengalaman di bidang manajerial dan
kepemimpinan. Dianpinru
diselenggarakan oleh gugusdepan, kwartir
ranting atau kwartir cabang. Kwartir
Daerah dan Kwartir Nasional dapat
menyelenggarakan Dianpinru apabila
dipandang perlu.
Penjelajahan (Wide Game), adalah
pertemuan Pramuka Penggalang dalam
bentuk mencari jejak (orienteenering)
dengan menggunakan tanda-tanda jejak,
membuat peta, mencatat berbagai situasi
dan dibagi dalam pos-pos. Setiap pos
berisi kegiatan keterampilan kepramukaan
seperti morse/semaphore, sandi, tali
temali dan sejenisnya.
Dalam membuat peta, pramuka
penggalang memiliki teknik tersendiri
seperti peta pita. Peta pita dibuat oleh dua
atau tiga orang yang biasanya mencatat
posisi atau titik dari kompas bidik,
kemudian orang yang lain akan mencatat
kondisi sekitar dalam sebuah meja jalan.
Meja lanan sendiri berbentuk papan
seukuran kertas folio yang kemudian
ditempel kertas yang digulung panjang
Latihan Bersama, adalah pertemuan
Pramuka Penggalang dari dua atau lebih
gugusdepan yang berada dalam datu
kwartir ranting atau kwartir cabang
mapun kwartir daerah dengan tujuan
untuk saling tukar menukar pengalaman.
Latihan gabungan ini dapat dilaksanakan
dalam bentuk lomba, seperti baris-
berbaris, PPPK, senam pramuka dan
sejenisnya.
Perkemahan, adalah pertemuan Pramuka
Penggalang yang dilaksanakan secara
reguler, untuk mengevaluasi hasil latihan
di gugusdepan. Perkemahan
diselenggarakan dalam bentuk Persami
(Perkemahan Sabtu Minggu), Perjusami
(Perkemahan Jum”at Sabtu Minggu),
perkemahan liburan dan sejenisnya.
Gelar (Demonstrasi) Kegiatan Penggalang,
adalah pertemuan Pramuka Penggalang
dalam bentuk keterampilan di hadapan
masyarakat umum, seperti baris-berbaris,
PPPK, gerak dan lagu, membuat konstruksi
sederhana dari tongkat/bambu dan tali
(pioneering), dan sejenisnya.
Pameran, adalah kegiatan yang
memamerkan hasil karya Pramuka
Penggalang kepada masyarakat.
Darmawisata, adalah kegiatan wisata ke
tempat tertentu, seperti museum, industri,
tempat bersejarah, dan sejenisnya.
Pentas Seni Budaya, adalah kegiatan yang
menampilkan kreasi seni budaya para
Pramuka Penggalang.
Karnaval, adalah kegiatan pawai yang
menampilkan hasil kreatifitas Pramuka
Penggalang.
Pramuka Penegak
Penegak adalah anggota gerakan Pramuka
yang sudah memasuki jenjang umur 16
sampai 20 tahun.
Tingkatan dalam Pramuka Penegak
Ada beberapa tingkatan dalam Penegak
yaitu :
Penegak bantara
Penegak laksana
penegak Pandega
Satuan
Satuan terkecil Pramuka Penegak
disebut Sangga yang terdiri atas 7 sampai
10 orang Penegak. Sangga dipimpin salah
seorang Penegak yang disebut Pimpinan
Sangga (Pinsang). Setiap 4 Sangga
dihimpun dalam sebuah Ambalan, yang
dipimpin Pradana. Didalam Ambalan
terdapat struktur organisasi yang lengkap
misal : Kerani (juru tulis), Juang (Juru
Uang), Juru Adat atau Pemangku Adat dan
Anggota. Setiap Ambalan mempunyai
nama yang bermacam-macam, bisa nama
pahlawan, tokoh pewayangan dan lain
sebagainya. Contohnya adalah nama
Ambalan SMA Negeri 1 Purwokerto adalah
“Pandawa” (Ambalan Putra) dan
“Srikandi” (Ambalan Putri).
Kode Kehormatan
Kode Kehormatan untuk Pramuka Penegak
terdiri atas Satya(janji) dan Ketentuan
Moral (Dharma)
Janji Pramuka Penegak disebut Trisatya.
Bunyi Trisatya Pramuka Penegak berbeda
dengan Trisatya Penggalang. Berikut bunyi
Trisatya Penegak:
Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan
bersungguh-sungguh menjalankan
kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha
Esa dan negara kesatuan Republik
Indonesia, menolong sesama hidup dan
ikut serta membangun masyarakat,
menepati Dasa Darma.
Ketentuan Moral Pramuka penegak
disebut Dasa Dharma. Berikut isi Dasa
Dharma Penegak:
DASA DHARMA
1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Cinta alam dan kasih sayang kepada
manusia
3. Patriot yang sopan dan ksatria
4. rela menolong dan tabah
5. patuh dan suka bermusyawarah
6. Rajin, trampil dan gembira
7. Hemat cermat dan bersahaja
8. Disiplin, berani dan setia
9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
10. Suci dalam pikiran, perkataan dan
perbuatan
Kegiatan-kegiatan Penegak
Kegiatan Pramuka Penegak adalah
perwujudan dari sumpah di atas. Berikut
ini acara-acara pertemuan Penegak:
Lompat Tali (Kegiatan ini dilaksanakan di
masing-masing Ambalan)
Pelantikan penegak, Penegak Bantara &
Laksana
Gladian Pimpinan Sangga (DIANPINSA)
Raimuna (Rover Moot)
Perkemahan Wirakarya (Community
Development Camp)
Perkemahan Bhakti (sama dengan
Perkemahan Wirakarya tetapi merupakan
acara Satuan Karya)
Jamboree On The Air (JOTA) dan Jamboree
On The Internet (JOTI)
Tambahan
Bentuk barisan upacara Pramuka penegak
adalah Perlombaan dimana Pinsa berada
disamping kanan barisan dan anggotanya
berbaris seperti umumnya(berbanjar)
Pramuka Penegak selain aktif di
Ambalannya masing-masing juga dapat
bergabung dalam Satuan Karya Pramuka
(Saka) semisal Saka Bhayangkara
(diselenggarakan oleh Polri), Saka
Wanabhakti (diselenggarakan oleh
Perhutani) dan lainnya.
Pramuka Siaga
Siaga adalah sebutan bagi
anggota Pramuka yang berumur 7-10
tahun. Disebut Pramuka Siaga karena
sesuai dengan kiasan masa perjuangan
bangsa Indonesia, yaitu ketika rakyat
Indonesia meyiagakan dirinya untuk
mencapai kemerdekaan dengan berdirinya
Boedi Oetomo pada tahun 1908 sebagai
tonggak awal perjuangan bangsa
Indonesia.
Kode kehormatan
Kode Kehormatan bagi Pramuka
Siaga ada dua, yang pertama disebut Dwi
Satya (janji Pramuka Siaga), dan yang
kedua disebut Dwi Darma (ketentuan
moral Pramuka Siaga). Adapun isinya
adalah:
Dwi Satya
Demi kehormatanku, aku berjanji akan
bersungguh-sungguh
menjalankan kewajibanku terhadap
Tuhan, Negara Kesatuan Indonesia, dan
mengikuti tata krama keluarga
setiap hari berbuat kebajikan
Dwi Darma
1. Siaga berbakti kepada ayah dan ibundanya
2. Siaga berani dan tidak putus asa
Dua Kode Kehormatan yang
disebutkan di atas adalah standar moral
bagi seorang Pramuka Siaga dalam
bertingkah laku di masyarakat. Jadi kalau
ada seorang anggota Pramuka Siaga yang
tingkah lakunya tidak sesuai dengan
standar moral ini, dia belum bisa disebut
Pramuka Siaga seutuhnya.
Satuan
Satuan terkecil dalam Pramuka
Siaga disebut Barung setiap 4 Barung
dihimpun dalam sebuah Perindukan.
Barung diberi nama dengan warna
semisal, Barung Merah, barung Hijau dll.
Sebuah Barung beranggotakan paling
banyak 10 orang Pramuka Siaga dan
dipimpin oleh seorang Pemimpin Barung
(Pinrung) yang dipilih oleh Barung itu
sendiri. Masing-masing Ketua Barung ini
nanti akan memilih satu orang dari
mereka yang akan menjadi Pemimpin
Barung Utama yang disebut Sulung.
Sebuah Perindukan terdiri dari beberapa
Barung yang akan dipimpin oleh Sulung
itu tadi.
Syarat Kecakapan
Syarat Kecakapan Umum
Syarat Kecakapan Umum (SKU) adalah
syarat wajib yang harus dipenuhi oleh
seorang Pramuka Siaga untuk
mendapatkan Tanda Kecakapan Umum
(TKU). TKU dalam Pramuka Siaga ada tiga
tingkat, yaitu:
1. Mula
2. Bantu
3. Tata
TKU dapat dikenakan pada lengan
baju sebelah kiri dibawah tanda barung.
TKU untuk Siaga berbentuk sebuah janur
(ini juga diambil dari kebiasaan para
pahlawan dulu untuk menandakan
pangkat seseorang).
Syarat Kecakapan Khusus
Syarat Kecakapan Khusus (SKK)
adalah syarat wajib yang harus dipenuhi
oleh seorang Pramuka Siaga untuk
mendapatkan Tanda Kecakapan Khusus
(TKK). Khusus TKK tingkat Pramuka Siaga
berbentuk segitiga sama sisi dengan
panjang masing-masing sisi 3 cm dan
tingginya 2 cm. TKK dapat dipasang di
lengan baju sebelah kanan membentuk
setengah lingkaran di sekeliling tanda
Kwarda dengan puncak menghadap ke
bawah.
Lain-lain
Pembina Pramuka Siaga putra dipanggil
Yanda dan Pembina Siaga Pramuka putri
dipanggil Bunda.
Pembantu Pembina Pramuka Siaga putra
dipanggil Pakcik dan Pembantu Pembina
Pramuka putri dipanggil Bucik.
Bentuk barisan dalam Upacara Siaga
adalah lingkaran dengan Pembina berada
di tengah lingkaran. Ini mengandung
filosofi bahwa cara pandang Pramuka
Siaga yang masih terfokus pada satu titik.
Kegiatan untuk Siaga salah satunya adalah
Pesta Siaga yang berupa Perkemahan satu
hari tanpa menginab.
Kegiatan Pramuka
Dalam Kepramukaan terdapat
banyak kegiatan. Pada prinsipnya semua
kegiatan yang sesuai dengan PDK dan MK
adalah kegiatan kepramukaan, akan tetapi
terdapat kegiatan-kegiatan yang biasa
bahkan rutin dilakukan dalam
kepramukaan.
Kegiatan yang dapat diikuti semua
golongan Pramuka
Jamboree On The Air (JOTA) dan Jambore
On The Internet (JOTI), adalah pertemuan
Pramuka melalui udara, bekerjasama
dengan Organisasi Amatir Radio Indonesia
(ORARI) dan pertemuan Pramuka melalui
internet. Kedua kegiatan ini dilaksanakan
secara serentak. Kegiatan ini
diselenggarakan di tingkat nasional dan
internasional.
Estafet Tunas Kelapa ETK, adalah kirab
Pramuka secara estafet dengan membawa
obor, Bendera Merah Putih dan Panji
Kepramukaan yang dilaksanakan oleh
Kwartir Daerah dalam rangka menyambut
Hari Ulang Tahun Pramuka. Estafet
dimulai dari beberapa titik
pemberangkatan dan berakhir di arena
Upacara HUT tingkat Daerah. Petugas ETK
biasanya dari Pramuka Penggalang,
Pramuka penegak dan Pramuka Pandega.
Perkemahan dan/atau upacara Hari Ulang
Tahun Pramuka.
Kegiatan Pramuka Siaga
Selain kegiatan latihan rutin, Pramuka
Siaga mempunyai kegiatan:
Pesta Siaga
Pesta Siaga adalah pertemuan untuk
golongan Pramuka Siaga. Pesta Siaga
diselenggarakan dalam dan/atau gabungan
dari bentuk: Permainan Bersama (kegiatan
keterampilan kepramukaan yang dikemas
dengan permainan), Pameran Siaga, Pasar
Siaga (simulasi situasi di pasar yang
diperankan oleh Pramuka Siaga),
Darmawisata, Pentas Seni Budaya,
Karnaval, Perkemahan Satu Hari (Persari).
Kegiatan Pramuka Penggalang
Jambore
Jambore adalah pertemuan Pramuka
Penggalang dalam bentuk perkemahan
besar yang diselenggarakan oleh kwartir
Gerakan Pramuka, seperti Jambore
Ranting, Jambore Cabang, Jambore Daerah,
Jambore Nasional, Jambore Regional dan
Jambore se-Dunia.
Lomba Tingkat
Lomba Tingkat (LT) adalah pertemuan
Pramuka Penggalang dalam bentuk
perlombaan beregu atau perorangan atas
nama regu yang mempertandingkan
sejumlah ketrampilan. Lomba tingkat
dilaksanakan dalam bentuk perkemahan.
Lomba tingkat terdiri atas: LT-I (tingkat
gugus depan), LT-II (tingkat Kwartir
Ranting), LT-III (tingkat Kwartir Cabang),
LT-IV (tingkat Kwartir Daerah) dan LT-V
(tingkat Kwartir Nasional).
Perkemahan Bhakti
Perkemahan Bakti (PB) adalah kegiatan
Pramuka Penggalang dalam rangka bhakti
pada masyarakat yang biasanya berwujud
peran serta dalam kegiatan pembangunan.
Dianpinru
Gladian Pimpinan Regu (Dianpinru adalah
kegiatan Pramuka Penggalang bagi
Pemimpin Regu Utama (Pratama),
Pemimpin Regu (Pinru), dan Wakil
Pemimpin Regu (Wapinru), yang bertujuan
memberikan pengetahuan di bidang
manajerial dan kepemimpinan. Dianpinru
diselenggarakan oleh gugusdepan, kwartir
ranting atau kwartir cabang.
Perkemahan
Perkemahan, adalah pertemuan
Pramuka Penggalang yang
diselenggarakan secara reguler untuk
mengevaluasi hasil latihan di gugusdepan
dalam satu periode, seperti Perkemahan
Pelantikan Penggalang Baru, Perkemahan
Kenaiakan Tingkat (dari Penggalang Ramu
ke Penggalang Rakit atau dari Penggalang
Rakit ke Penggalang Terap), Perkemahan
Sabtu Minggu (Persami), Perkemahan
Jumat Sabtu Minggu (Perjusami),
perkemahan hari libur, dan sejenisnya.
perkemahan juga merupakan gerakan
penghibur dan pengetahuan bagi mereka
yang tak pernah mengenal dunia luar.
selain itu perkemahan juga dapat dipakai
oleh penggalang muhammadiyah yang
sering disebut HIZBUL WATHAN.
Forum Penggalang
Forum Penggalang adalah pertemuan
Pramuka Penggalang untuk mengkaji suatu
permasalahan dan merumuskan hasil
kajian serta memecahkan masalah secara
bersama. Inti dari kegiatan ini adalah
untuk pengenalan demokratisasi dan
pembelajaran metode pemecahan masalah
sebagai modal bagi para Pramuka
Penggalang di masa yang akan datang.
Penjelajahan
Penjelajahan, adalah pertemuan Pramuka
Penggalang berbentuk penjelajahan,
dalam rangka mengaplikasikan
pengetahuan tentang ilmu medan, peta,
kompas dan survival.
Kegiatan Pramuka Penegak-Pandega
Raimuna
Raimuna adalah pertemuan
Pramuka Penegak dan Pandega dalam
bentuk perkemahan besar yang
diselenggarakan oleh kwartir Gerakan
Pramuka, seperti Raimuna Ranting,
Raimuna Cabang, Raimuna Daerah,
Raimuna Nasional. Kata Raimuna berasal
dari bahasa suku Asli di wilayah Yapen
Waropen-papua, yang berasal dari kata Rai
dan Muna yang artinya pertemuan ketua
suku dalam suatu forum yang
menghasilkan suatu tujuan suci untuk
kepentingan bersama.
Raimuna Nasional VIII yang
diadakan pada tahun 2003 merupakan
Raimuna Nasional pertama yang diadakan
diluar “kebiasaan” , Raimuna Nasional VIII
diadakan di Taman Candi Prambanan-
Yogyakarta , biasanya Raimuna Nasional
diselenggarakan di BUPERTA
WILADATIKA – CIbubur-Jakarta. Untuk
Raimuna Nasional yang akan datang
(Raimuna Nasional IX tahun 2008), akan
dilaksanakan kembali di BUPER
WILADATIKA – Cibubur-Jakarta Timur .
Gladian Pimpinan Satuan
Gladian Pimpinan Satuan, adalah
kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka
Pandega bagi Pemimpin Sangga Utama,
Pemimpin Sangga, dan Wakil Pemimpin
Sangga, yang bertujuan memberikan
pengetahuan di bidang manajerial dan
kepemimpinan. Dianpinsat
diselenggarakan oleh gugusdepan, kwartir
ranting atau kwartir cabang. Kwartir
daerah dan Kwartir Nasional dapat
menyelenggarakan Dianpinsat bila
dipandang perlu.kwatir daerah suk ,kwatir
nasional…………….
Perkemahan
Perkemahan, adalah pertemuan
Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega
yang diselenggarakan secara reguler untuk
mengevaluasi hasil latihan di gugusdepan
dalam satu periode, seperti Perkemahan
Sabtu Minggu (Persami), Perkemahan
Jumat Sabtu Minggu (Perjusami),
perkemahan hari libur, dan sejenisnya.
Perkemahan Wirakarya
Perkemahan Wirakarya (PW),
adalah pertemuan Pramuka Penegak dan
Pramuka Pandega berbentuk perkemahan
besar, dalam rangka mengadakan integrasi
dengan masyarakat dan ikut serta dalam
kegiatan pembangunan masyarakat. PW
diselenggarakan oleh semua jajaran
kwartir secara reguler, khusus untuk PW
Nas, diselenggarakan apabila dipandang
perlu.
Perkemahan Bhakti
Perkemahan Bakti (Perti), adalah
pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka
Pandega berbentuk perkemahan besar,
dalam rangka mengaplikasikan
pengetahuan dan pengalamannya selama
mengadakan pembinaan, baik di
gugusdepan maupun di Satuan karya
Pramuka (Saka) dalam bentuk bakti
kepada masyarakat.
PERAN SAKA (Perkemahan Antar Saka)
Perkemahan Antar (Peran) Saka,
adalah Kegiatan Pramuka Penegak dan
Pramuka Pandega yang menjadi anggota
Satuan Karya Pramuka (Saka), berbentuk
perkemahan besar, yang diselenggarakan
oleh kwartir Gerakan Pramuka. Saat ini
Gerakan Pramuka memiliki tujuh Saka.
Peran Saka diselenggarakan apabila
diikuti minimal oleh dua Satuan Karya
Pramuka.
Pengembaraan
Pengembaraan, adalah
pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka
Pandega berbentuk penjelajahan, dalam
rangka mengaplikasikan pengetahuan
tentang ilmu medan, peta, kompas dan
survival.
Latihan Pengembangan Kepemimpinan
Latihan Pengembangan
Kepemimpinan, adalah pertemuan
Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega
untuk menanamkan dan mengembangkan
jiwa kepemimpinan bagi generasi muda
agar dapat ikut serta dalam mengelola
kwartir dan diharapkan di kemudian hari
mampu menduduki posisi pimpinan
dalam Gerakan Pramuka.
PPDK
Pelatihan Pengelola Dewan Kerja
(PPDK), adalah pertemuan Pramuka
Penegak dan Pramuka Pandega yang
menjadi anggota Dewan Kerja untuk
memberikan pengetahuan dan
pengalaman mengenai pengelolaan Dewan
Kerja, sehingga para anggota Dewan Kerja
di wilayah binaannya dapat mengelola
dewan kerjanya secara efektif dan efisien.
Kursus Instruktur Muda
Kursus Instruktur Muda, adalah
pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka
Pandega pengembangan potensi Pramuka,
baik sebagai Pribadi, kelompok maupun
organisasi untuk mensukseskan
pelaksanaan upaya Pengembangan
Sumber Daya Manusia, Pengentasan
Kemiskinan dan Penanggulangan Bencana.
Penataran, Seminar dan Lokakarya
Penataran, Seminar, dan
Lokakarya, adalah pertemuan Pramuka
Penegak dan Pramuka Pandega untuk
mengkaji suatu permasalahan dan
merumuskan hasil kajian serta
memecahkan masalah secara bersama,
sebagai bahan masukan bagi
perkembangan Gerakan Pramuka.
Sidang Paripurna
Sidang Paripurna, adalah
pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka
Pandega yang tergabung dalam Dewan
Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka
Pandega untuk menyusun program kerja/
kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka
Pandega dalam satu tahun dan akan
dijadikan bahan dalam Rapat Kerja
Kwartir.
Musppanitera
Musyawarah Pramuka Penegak
dan Pandega Puteri dan Putera
(Musppanitera), adalah pertemuan
Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega
untuk menyusun perencanaan pembinaan
bagi Pramuka Penegak dan Pramuka
Pandega di wilayah kwartir dalam satu
masa bakti kwartir/dewan kerja dan akan
dijadikan bahan pada musyawarah
kwartirnya.
Ulang Janji
Ulang Janji adalah upacara
pengucapan ulang janji (Trisatya) bagi
Pramuka Penegak, Pandega dan Anggota
Dewasa yang dilaksanakan pada malam
tanggal 14 Agustus dalam rangka Hari
Ulang Tahun Pramuka.
Kegiatan Pramuka Dewasa
Pramuka Dewasa adalah Pembantu
Pembina, Pembina, Intruktur, Andalan
dan anggota Majlis Pembimbing.
Kegiatannya antara lain:
1. Kursus Pembina Pramuka Mahir Dasar
(KMD)
2. Kursus Pembina Pramuka Mahir Lanjutan
(KML)
3. Kursus Pelatih Pembina Pramuka Dasar
(KPD)
4. Kursus Pelatih Pembina Pramuka Lanjutan
(KPL)
5. Musyawarah Gugusdepan (Mugus),
Musyawarah Ranting (Musran),
Musyawarah Cabang (Muscab),
Musyawarah daerah (Musda) dan
Musyawarah Nasional (Munas)
6. Ulang Janji
Berkemah adalah sebuah kegiatan
rekreasi di luar ruangan. Kegiatan ini
umumnya dilakukan untuk beristirahat
dari ramainya perkotaan, atau dari
keramaian secara umum, untuk menikmati
keindahan alam. Berkemah biasanya
dilakukan dengan menginap di lokasi
perkemahan, dengan menggunakan tenda,
di bangunan primitif, atau tanpa atap
sama sekali.
Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia, kemah (kata benda) adalah
tempat tinggal darurat, biasanya berupa
tenda yang ujungnya hampir menyentuh
tanah dibuat dari kain terpal dan
sebagainya. perkemahan (kata benda) 1 hal
berkemah; 2 himpunan kemah (pramuka,
pasukan, dsb); tempat berkemah.
Berkemah sebagai aktivitas rekreasi
mulai populer pada awal abad ke-20.
Kegiatan ini juga umumnya disertai
dengan kegiatan rekreasi luar ruangan
lainnya, seperti mendaki gunung,
berenang, memancing, dan bersepeda
gunung.
Berkemah dalam Kepramukaan
Pramuka Penggalang tengah berkemah
Berkemah atau Perkemahan
adalah salah satu macam kegiatan dalam
kepramukaan yang dilaksanakan secara
out bond. Kegiatan ini merupakan salah
satu media pertemuan untuk Pramuka.
Tujuan Perkemahan
1. memeberikan pengalaman adanya saling
ketergantungan antara unsur-unsur alam
dan kebutuhan untuk melestarikannya,
menjaga lingkungan dan mengembangkan
sikap bertanggung jawab akan masa depan
yang menghormati keseimbangan alam.
2. Mengembangkan kemampuan diri
mengatasi tantangan yang dihadapi,
menyadari tidak ada sesuatu yang
berlebih di dalam dirinya, menemukan
kembali cara hidup yang menyenangkan
dalam kesederhanaan.
3. Membina kerjasama dan persatuan dan
persaudaraan.
Macam Perkemahan
Ada beberapa macam
perkemahan ditinjau dari beberapa hal:
Ditinjau dari Lamanya Waktu, yaitu:
1. Perkemahan Satu Hari. Yang termasuk
dalam Perkemahan satu hari adalah Pesta
Siaga
2. Perkemahan Sabtu Malam Minggu
(Persami)
3. Perkemahan lebih dari tiga hari
Ditinjau dari Tempat Pelaksanaannya,
yaitu:
1. Perkemahan Menetap
2. Perkemahan Safari (Berpindah-pindah)
Ditinjau dari Tujuannya, yaitu:
1. Kemah Bakti. Seperti; Perkemahan
Wirakarya (PW)
2. Kemah Pelantikan. Seperti; Perkemahan
Pelantikan Tamu Ambalan, Pelantikan
Penggalang Ramu dan lain-lain
3. Kemah Lomba. Seperti; Lomba Tingkat
(LT)
4. Kemah Rekreasi
5. Kemah Jambore. Seperti; Jambore Ranting
(tingkat Kwartir Ranting/Kecamatan),
Jambore Cabang (tingkat Kwartir Cabang /
Kabupaten/Kota, Jambore Daerah (tingkat
Kwartir Daerah / Provinsi, Jambore
Nasional (tingkat Kwartir Nasional / se-
Indonesia).
6. Kemah Riset/Penelitian
Ditinjau berdasarkan jumlah pesertanya,
yaitu:
1. Perkemahan satu regu/sangga
2. Perkemahan satu Pasukan/Ambalan/
Racana
3. Perkemahan tingkat Ranting/Cabang/
Daerah/Nasional/Regional/Dunia.
Tambahan
Dalam berkemah kita perlu mencari
tempat yang baik dan ideal, yaitu:
1. Tanahnya rata atau sedikit miring dan
berumput dan terdapat pohon pelindung
2. Dekat dengan sumber air
3. Terjamin keamanannya
4. Tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh
dari kampung dan jalan raya
5. Tidak terlalu jauh dengan pasar, pos
keamanan dan pos kesehatan
6. Memiliki pemandangan menarik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.